RADAR JOGJA – Bertajuk Payung Pelangi, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) tampil dalam gelar seni tunagrahita (Genta) 2019 di Taman Pintar, Kamis (12/12). Kegiatan ini sebagai ajang kreativitas  di bidang seni budaya agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Salah seorang peserta Pipin Bayu mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Mengenakan pakaian adat, dia menunjukkan potensinya di atas panggung. “Saya tadi menari dan menyanyi gundul-gundul pacul,” cerita siswa 17 tahun dari SLB Bantul sambil memperagakan tubuhnya ketika menyanyi dan menari di atas panggung.

Ketua Panita Genta Sumartiningsih mengatakan, Genta sudah dimulai dari tahun 2016 sampai 2019. Adapun tema Genta tahun ini  memiliki makna memayungi, melindungi dan pelangi dengan berbagai macam ketunaan pada ABK.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya kan hanya penyandang tunagrahita saja yang terlibat. Untuk tahun ini semua jenis ketunaan ikut berkumpul untuk menunjukkan potensinya,”  katanya di sela di Gedung Kotak.

Beberapa kegiatan seni telah digelar sejak 20 November lalu. Dengan berbagai rangkaian lomba, meliputi melukis payung, kirab payung, fotografi umum tidak hanya ABK, stan pameran yang menonjolkan  karya siswa  SLB se DIJ, membatik, serta pentas seni.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Afia Rosdiana mengatakan, sekitar 1.000 difabel terlibat dalam Genta ini. Mereka menampilkan masing-masing potensi sesuai kemampuannya. “Antusiasmenya sangat luar biasa. Tentu kami mendukung bisa dilaksanakan di Taman Pintar,”  ujarnya.

Afia menjelaskan, di Taman Pintar merupakan sebuah pusat sains  maupun destinasi wisata edukasi. Selain itu juga sudah menyandang predikat ruang bermain ramah anak. Oleh karena itu, pihaknya berusaha melayani semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas.

“Ini juga tercermin dalam alat peraga di Taman Pintar, meski belum semuanya ramah difabel. Jadi kami sedang mengupayakan untuk itu,” jelasnya. (cr15/laz)