RADAR JOGJA – Cuaca gerimis tak menghalangi ratusan warga Kelurahan Notoprajan untuk menghelat acara adat Jogo Kalijogjo Winanga, akhir pekan lalu. Kearifan lokal ini menjadi sarana membangkitkan semangat untuk menjaga lingkungan, terutama kebersihan sungai agar dapat membawa kemakmuran bagi masyarakat sekitarnya.

Ketua Panitia Sedyo Wibowo menuturkan, upacara ini telah digelar untuk kali ke tiga. Tujuannya guna menggugah kesadaran warga agar dapat merawat sungai. Dengan demikian akan memberi dampak positif bagi warga di bantaran kali. “Untuk menjaga kebersihan, menjaga lingkungan kehijauan, juga supaya limbah terkendali, dan sampah tidak dibuang di kali,” ucapnya.

Prosesi upacara adat diawali dengan kirab dari kampung Gendingan dengan melibatkan  bregada Wiragending dan komunitas-komunitas yang ada di Kelurahan Notoprajan. Peserta kirab berjalan menuju titik enam Wiranata, tepatnya di RW 01, Serangan, Ngampilan, Kota Jogja.

Diikuti upacara adat Jogo kali Jogo di bantaran Sungai Winanga. Diawali dengan doa dan potong tumpeng. Lalu dilanjutkan dengan bersih-bersih di bantaran Kali Winanga. Kemudian juga ada penyiraman air suci di sekeliling sungai. Upacara ditutup dengan dihelatnya pertunjukan kesenian-kesenian tradisional dari masyarakat. “Ini juga untuk memperlihatkan bahwa kita diberi percayaan membangkitkan budaya  merawat kali yang ada di Kota Jogja, terutama kali Winanga,” tambahnya.

Dia berharap upacara bisa kembali terselenggara secara rutin dan dengan format yang kreatif sehingga upaya mengugah kesadaran bisa dilakukan terus menerus. “Bantaran kali bisa menjadi ikon wisata untuk Kota Jogja,” ucapnya.

Kepala Seksi Adat, Seni, dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Jogja Tri Sotya Atmi menuturkan, kegiatan ini dihelat dalam rangka nguri-uri kebudayaan yang ada di wilayah Kota Jogja khususnya di tiap kelurahan. “Juga untuk menggali potensi wilayah khusunya kelurahan dan memberikan informasi pada generasi muda terkait tradisi tersebut,” jelasnya. (*/cr16/pra)