RADAR JOGJA – Kematian penyu di pantai selatan Gunungkidul terus terjadi. Terbaru, seekor penyu berukuran sedang ditemukan terdampar di Pantai Somandeng, Desa Tepus, Kecamatan Tepus.

Bangkai penyu membusuk itu belum diketahui jenisnya. Ditemukan wisatawan Minggu (15/12) sekitar pukul 07.30 dalam kondisi terombang ambing ombak. Usai menerima laporan, Tim SAR Wilayah II Gunungkidul  melakukan evakuasi. “Jenis penyu kami belum tau. Diameternya sekitar 20 cm dengan berat sekitar 20 kg. Termasuk penyebab kematian juga belum diketahui secara pasti,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto.

Untuk selanjutnya bangkai penyu dikubur guna mencegah munculnya bau menyengat di kawasan Pantai Somandeng. Lokasi penguburan sendiri masih berada di pasiran pantai setempat. “Seingat saya pada Mei  juga ditemukan penyu mati dan penyebab kematian tidak diketahui,” ujarnya.

Menurut dia, wilayah Pantai Selatan memang banyak habitat penyu. Namun sejak adanya larangan penangkapan, warga tidak berani mengambil dan memilih melaporkan kepada petugas di lokasi. “Sepengetahuan saya, semua penyu dilindungi. Sehingga masyarakat tidak berani menangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, tercatat ada 25 pantai yang terindikasi menjadi lokasi pendaratan penyu. Seperti Pantai Butuh, Ngulen, Ngedan, Soridam, Karawak, dan Piyuyon. Untuk pantai yang memiliki potensi tinggi ada enam pantai yakni Pantai Woh Kudu, Kayu Arum, Porok, Ngrumput, Seruni dan Ngitun. “Berdasarkan SK Bupati ada 12 pantai yang ditetapkan sebagai konservasi penyu, dan beberapa tahun lalu masih banyak penyu bertelur di kawasan pantai,” kata Krisna Berlian.

Sebelumnya, seekor penyu berdiameter kurang lebih 50 cm dengan berat sekitar 45 kg terdampar dalam kondisi mati di kawasan Pantai Sepanjang, Kecamatan Tanjungsari, pada Mei 2019. (gun/pra)