RADAR JOGJA DIGITAL – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta menggelar workshop dan bimbingan teknis (Bimtek) e-marketing. Kegiatan yang digelar Kamis (12/12) di Ruang Purwosudarmo, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jalan Tatabumi Nomor 3, Gamping, Sleman ini, diikuti para mahasiswa, dosen, dan mitra kerja Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Joko Susilo mengatakan, workshop dengan tema “Membangun Branding Melalui E-marketing” ini, untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi di bidang kehumasan dan marketing sosial. “Dalam kegiatan ini, kami menghadirkan narasumber, antara lain dari Dinas Kesehatan DIJ, ahli IT, dan praktisi media,” katanya.

Dalam workshop ini, dibahas hal-hal terkait kehumasan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, dan teknik menulis ala wartawan (Berita). “Saat ini, instansi kesehatan harus memenuhi beberapa kompetensi, di antaranya kompetensi profesional, interprofesional, dan digitalisasi,” tandasnya.

Digitalisasi yang dimaksudkan, meliputi digitalisasi personal, digitalisasi data, dan digitalisasi teknologi. “Pada kesempatan workshop ini, kita memfokuskan pada digitalisasi teknologi,” tandas Joko Susilo.

Dengan kegiatan workshop seperti ini, diharapkan dapat memudahkan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam mempromosikan kampus dan berbagai kegiatan di dalamnya. Pemateri dari Dinas Kesehatan DIY, Yulia Irene memaparkan tentang sistem kehumasan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan DIY. Menurutnya, kegiatan kehumasan meliputi kegiatan promosi, dan informasi.

“Kami juga melakukan sosialisasi langsung, dan tidak langsung. Sosialisasi langsung berupa kegiatan yang datang langsung ke masyarakat. Sedangkan sosialisasi tidak langsung, melalui media sosial, media cetak, poster, leaflet, dan sebagainya,” ujar Yulia.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan humas Universitas Jenderal Ahmad Yani, Andre Najib memaparkan optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Beberapa trik terkait pengelolaan media sosial, dijelaskan dalam workshop kali ini. “Saat ini Youtube menjadi media yang paling banyak diakses, dan menarik perhatian banyak orang,” ujar Andre.

Workshop juga menghadirkan Direktur PT Yogyakarta Intermedia Digital (Radar Jogja Online), Reren Indranila. Reren, panggilan akrabnya, memaparkan tips-tips menulis ala wartawan. “Berita yang baik, antara lain bersifat timeless, aktual, memperhatikan ketokohan, proximity, memiliki human interest, unik, informatif, serta edukatif,” katanya. (sce/mg2/jko/tif)