RADAR JOGJA – Mbah Sainem kini dapat bernapas lega. Sebab, rumah bambu yang selama ini dia tempati telah menjelma menjadi rumah tembok layak huni. Walaupun hanya berukuran 7x 5 m2, lansia berusia 79 tahun ini merasa senang dan bersyukur rumahnya masuk dalam program bedah rumah yang digelar brand fashion lokal, Hardware Clothing.

Raut wajahnya yang dipenuhi keriput mendadak berubah sendu saat menerima kunci sebagai bentuk simbolis. ”Kulo senang banget, maturnuwun kagem sedaya,” kata simbah yang hidup sebatang kara tanpa suami dan anak saat ditemui di kediamannya di Dusun Kuncen, Pereng, Sumberharjo, Prambanan, awal pekan kemarin.

Sebelum direnovasi, rumah Mbah Sainem ini hanya beralaskan tanah dengan dinding anyaman bambu. Namun, sejak 20 November lalu rumah itu dirobohkan dan diganti dengan yang lebih layak. Bahkan beberapa perobot seperti sofa, lemari, dan kasur turut melengkapi rumah tersebut.

”Pengerjaannya sendiri memakan waktu 10 hari. Selama itu dia (Mbah Sarinem) mengungsi ditempat kerabatnya,” ujar Visual Merchandising and Creative Hardware Anggit Anggororini.

Anggit mengatakan, program bedah rumah Mbah Sainem ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun Hardware pada 27 Desember mendatang. Mengusung tema fashion for charity pihaknya ingin menghapus stigma negatif dunia fesyen yang glamor.

”Kalau selama ini fesyen kerap dikenal dengan gaya hidup glamour, kami mencoba untuk memberikan sesuatu yang beda. Bahwa fesyen juga bisa berbagi dengan sesama dan ini bentuk kepedulian kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT Sukardi menjelaskan, renovasi rumah Mbah Sarinem ini dilakukan secara gotong royong oleh warga. Bapak-bapak membangun rumah sedangkan ibu-ibu bertugas mensuplai makanan. (sce/met/ila)