RADAR JOGJA – Dosen Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum UGM Supriyadi menilai peran tim saber pungli Jogjakarta efektif. Acuannya adalah penurunan angka aksi pungli di kalangan masyarakat. Bahkan dia menilai peran tim tersebut memberi pengaruh signifikan.

Upaya pemberantasan maupun edukatif dinilai memiliki andil besar. Terutama bagi para pelaku aksi pungutan liar. Supriyadi menduga ada peningkatan kesadaran masyarakat. Baik dari oknum pelaku pungli maupun masyarakat sebagai objek.

”Pungli itu bisa terjadi karena ada celah untuk bertindak celah. Ini kerap dimanfaatkan oleh par pelaku pungli. Nah bisa jadi, efek jera selama ini memberikan dampak signifikan. Disatu sisi pengetahuan tentang sanksi hukum juga bertambah,” jelasnya dalam paparan peran Tim Saber Pungli Jogjakarta di Hotel Crystal Lotus, Selasa (17/12).

Menurutnya, tim yang terdiri dari lintas instansi ini mampu menujukan tajinya. Tindakan represif beberapa kali diberikan kepada pelaku pungli. Instrumen hukum yang digunakan sangat beragam, mulai dari KUHP, Perda hingga UU Tipikor.

Dia menilai kinerja Saber Pungli Jogjakarta semakin optimal dengan adanya SK Gubernur DIJ Nomor 127/TIM/2019. Artinya dukungan pemerintah daerah untuk memberantas pungli sangatlah tinggi. Terlebih landasan hukum tersebut memiliki peran yang kuat.

Walau begitu, Supriyadi mengakui aksi pungli masih terjadi. Walau dari segi kuantitas mulai menurun. Kejadian paling sering menyasar pelayanan publik. Paling kerap terekspose adalah pelayanan wisata dan pendidikan.

”Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Dalam beberapa kasus, aksi pungli itu sudah membudaya. Ada stigma yang menganggap aksi itu tidak salah. Ini yang harus diluruskan dengan edukasi maupun sanksi tegas,” katanya.

Sekretaris Saber Pungli Jogjakarta AKBP Abdul Wachid memastikan tim bertindak tegas. Beberapa kasus mampu terselesaikan secara optimal. Disatu sisi peran lintas instansi mampu menjamin objektivitas kinerja. Sehingga tak ada rasa segan dalam menangani sebuah kasus pungli. ”Selama ini peran kolaborasi sudah terjalin antara Kepolisian, Kejaksaan dan inspektorat,” ujar Kasubdit 1 Operasional Itwasda Polda DIJ ini. (dwi/ila)