RADAR JOGJA – Bhinneka Tunggal Ika akan menjadi kekuatan nyata bila disatukan dengan semangat gotong royong dan gugur gunung dalam kehidupan sehari-hari. Penegasan ini disampaikan Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji dalam upacara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) DIJ di Stadion Mandala Krida, Jogja.

Peringatan HKSN diikuti 2.500 peserta yang terdiri atas anggota TNI, Polri, ASN, Satpol PP serta berbagai elemen masyarakat. Antara lain Tagana, TKSK, FKPPI, PSM DIJ, pelajar, mahasiswa, dan relawan.

Dijelaskan, sejarah kesetiakawanan nasional tidak bisa dipisahkan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi di antara tahun  1945-1948. Situasi peperangan pada akhirnya mengakibatkan bertambahnya permasalahan sosial pada masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kala itu Kementerian Sosial RI pada tahun 1949 mengadakan penyuluhan sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat. “Ini diharapkan untuk mencetak insan mitra pemerintah dalam menanggulangi dan mengatasi kulminasi permasalahan sosial yang sedang terjadi,” terangnya.

Sekprov pun mengajak seluruh elemen menjadikan HKSN tahun ini sebagai momentum restorasi sosial. Restorasi sosial merupakan  konsep nilai-nilai yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Sekprov menyerahkan  berbagai penghargaan  bagi organisasi sosial, karangtaruna berprestasi tingkat nasional maupun daerah.

Upacara peringatan HKSN kali ini dimeriahkan dengan terjun payung oleh tiga penerjun dari Adisutjipto. Adapun seorang penerjun  Candra membawa bendera Merah Putih dan, Mukri dan Paulus masing-masing membawa tagline “Menembus Batas dan Gerbangpraja.”

Usai upacara memperingati HKSN dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jalan Kusumanegara dipimpin Kepala Dinas  Sosial DIJ Untung Sukaryadi. (bhn/laz)