RADAR JOGJA – Tetangga terduga teroris, Rohadi Heryanto tak menyangka MZ terlibat jaringan terorisme. Pria berusia 60 tahun ini menilai MZ sebagai sosok yang grapyak. Selalu aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Walau begitu dia mengakui MZ terlibat dalam kelompok Mujahidin. Hanya, dia tidak mengetahui detail kegiatan dalam kelompok itu. Satu hal yang pasti, kelompok ini kerap menggelar pengajian rutin. Termasuk di rumah milik MZ.

”Pak MZ itu setahu saya warga biasa. Tidak menunjukkan tanda-tanda radikal walau memang dari kelompok Mujahidin. Menurut saya tidak karena statusnya saat ini masih terduga,” jelasnya ditemui di kediamannya RT 08/ RW 13 Kadisono Tegaltirto, Berbah, Sleman, Rabu (18/12).

Rohadi dan MZ merupakan tetangga sejak lama. Awalnya Rohadi yang membeli sebidang tanah di wilayah tersebut pada 1997. Menyusul satu tahun kemudian atau 1998, MZ menjadi tetangganya. Selama perkenalan inilah sosok MZ tidak menujukan keanehan.

Tentang aktivitas keseharian, MZ terkenal sebagai sosok yang agamis. Sifat kerasnya cenderung pada ibadah. Dia selalu mengingatkan bahwa sholat lima waktu itu wajib. Selain itu juga aktif dalam sejumlah pengajian.

”Memang keras tapi dalam hal ibadah, salat lima waktu itu wajib. Kalau pekerjaan selain guru ngaji juga sempat jaga di pptik daerah Manding, Bantul,” katanya.

Pria asal Banyumas tersebut, menurut Rohadi, kerap mengisi pengajian hingga keluar kota. Beberapa wilayah yang sempat diceritakan diantaranya Temanggung dan Purwokerto. Bahkan hampir setiap malam, kediaman MZ kerap digunakan sebagai sarana mengaji.

”Ngajar ngaji sampai laur kota, menurut saya mungkin kelompoknya yang ada kaitannya dengan Sulawesi Tengah sehingga akhirnya (MZ) diamankan. Tapi kalau srawung dengan tetangga bagus. Hari Minggu pasti sepedaan dengan warga, komunikasi dengan warga juga baik,” ujarnya.

Terkait penggeledahan, Rohadi tidak tahu persis detailnya. Menurutnya, sekelompok orang berpenutup muka mendatangi rumah MZ sekitar 09.30. Perbincangan singkat menyebutkan penggeledah adalah Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

”Jumlahnya (penggeledah) puluhan, pakai penutup muka dan tidak berseragam, tapi sepertinya Densus 88. Tadi ada sekitar tiga mobil dan beberapa motor. Sekitar satu jam disini. Yang menemui istrinya (MZ), mempersilahkan untuk melakukan penggeledahan. Tidak tahu yang dibawa apa saja,” katanya. (dwi/ila)