RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyayangkan masih ada warga terjerumus dalam aliran radikalisme dan aksi terorisme. HB X mendukung langkah kepolisian untuk bertindak tegas. Berupa penangkapan bagi warga yang terduga dalam kegiatan terorisme.

Pernyataan ini menyikapi diamankannya seorang warga Kadisono Tegaltirto Berbah berinisial MZ, 58. Sosok ini diamankan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Rabu pagi (18/12). Dari rumah terduga, tim Densus berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

”Kalau memang punya keterlibatan dan sifatnya memang pidana kalau ditangkap ya wajar saja,” jelasnya ditemui di Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (18/12).

Di satu sisi, HB X meminta pengurus RT/RW lebih sigap. Terutama dalam mendata setiap warganya. Tujuannya untuk mengetahui latar belakang. Terlebih untuk melakukan upaya preventif. Setidaknya bisa mencegah warga terlibat dalam aliran menyimpang.

Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga meminta polisi meningkatkan upaya preventi dan preemtif. Berupa keterlibatan aktif personel Bhabinkamtibnas di tingkat kelurahan atau desa. Caranya dengan berkantor aktif di kantor desa atau kelurahan.

”Giatkan lagi berkantor di Kantor Desa atau Kelurahan dari Senin sampai Jumat. Tujuannya agar lebih mengenal warga di wilayahnya. Lalu Sabtu berkantor di kantor polisi untuk lapor ke atasannya,” katanya.

Ke depan HB X juga mendorong peran aktif Jogo Wargo. Sosok ini merupakan pembantu bagi pejabat Lurah atau Kades. Perannya menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat. Konsep ini melibatkan aktif masyarakat.

”Nah masalahnya sekarang kalau ada tamu atau warga baru, kadang pemilik rumah atau RT/RW itu sudah tidak mau lapor ke atasnya. Padahal ini kan penting untuk mengenal siapa tetangga kanan kirinya. Peran ini bisa diambil oleh Jogo Wargo,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Kapolda DIJ Irjen Polisi Asep Suhendar tidak bisa berkata banyak. Terlebih mantan Asisten Logitsik Kapolri ini baru menjabat sebagai Kapolda dalam hitungan jam. Sementara kejadian penangkapan berlangsung pukul 06.00.

Senada juga diungkapkan oleh Mantan Kapolda DIJ Irjen Polisi Ahmad Dofiri. Jenderal polisi bintang dua ini enggan bercerita banyak. Terlebih saat ini wewenangnya tidak lagi sebagai Kapolda DIJ. Hanya dia meminta agar melakukan konfirmasi kepada jajaran Ditreskrimum Polda DIJ.  (dwi/ila)