RADAR JOGJA – Tim futsal Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dipastikan gagal melaju ke ajang PON XX Papua 2020. Itu menyusul hasil minor yang didapat tim DIJ dalam Kualifikasi Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung 16- 18 Desember lalu di GOR A ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

DIJ tergabung dalam grup D bersama Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan DKI Jakarta. Dalam tiga laga yang dijalani Surya Bangun Dwi Apriyanto cs gagal memetik kemenangan. Tiga laga, tiga kalah.

Masing-masing dibekuk Jatim di laga perdana dengan skor telak 3-11. Lalu dibungkam DKI Jakarta dengan skor 4-7. Terakhir dipecundangi Jateng empat gol tanpa balas.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih Tim Futsal DIJ  Dalmaji meminta maaf karena belum bisa membawa tim futsal DIJ berlaga di ajang PON Papua tahun depan. “Terima kasih sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Sekali lagi minta maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Dalmaji mengakui tim yang tergabung dalam grup D adalah tim yang memiliki kualitas mumpuni. Apalagi, persiapan yang dilakukan tiga tim rival jauh lebih matang ketimbang DIJ. “Mereka tim yang bagus, banyak yang bilang grup D adalah grup neraka,” kata Dalmaji.

Dengan hasil ini, diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi untuk edisi Pra-PON yang akan datang. Sebab, untuk membentuk sebuah tim yang solid dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Terlebih lagi, menurutnya potensi yang dimiliki anak-anak Jogja dinilai cukup mampu untuk bersaing. Juga memiliki kualitas individu yang sama seperti daerah lain. “Menurut saya membentuk tim itu butuh proses. Jika dilatih lebih intensif dan dalam waktu yang cukup. Pasti bisa,” tandasnya. (cr18/din)