RADAR JOGJA – Modus penipuan dengan cara meretas nomor ponsel semakin meresahkan. Kali ini terjadi terhadap anggota DPRD Bantul. Nomor telepon Jumirin (anggota Komisi B) diretas orang.

Oknum yang mengatasnamakan Jumirin mengirim pesan ke sejumlah anggota dewan meminta ditransferkan sejumlah uang. Dengan alasan meminjam, karena e Banking-nya sedang eror. Salah satu korbannya Paidi (anggota Komisi D).”Saya tidak tahu kalau nomor Jumirin diretas orang. Dia pinjam uang ke saya. Karena dia teman akrab akhirnya saya kirimkan,” ungkap Paidi di Kantor Fraksi Golkar DPRD Bantul, Rabu (18/12).

Kejadian itu terjadi Rabu pagi (18/12). Pada pukul 04.24, Paidi mendapatkan pesan WA dari nomor Jumirin. Dalam pesan itu, Jumirin meminta tolong agar Paidi meminjamkan uang Rp 3 juta. Uang tersebut untuk keperluan keluarganya. Jumirin juga meminta agar mengirimkan uang tersebut ke rekening keluarganya atas nama Edwin Oktavian melalui Bank CIMB Niaga dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut setelah selesai e Banking-nya pulih. “Saya positif saja. Jam 05.45 saya transfer. Trus saya kirim bukti transfernya,” ungkapnya.

Kecurigaan Paidi mulai muncul ketika nomor tersebut meminta agar ditransfer Rp 2 juta lagi ke rekening yang sama. Dan saat dihubungi, tidak menjawab.”Saat itu saya sadar kalau kena tipu,” katanya.

Sekitar pukul 19.00 grup WA DPRD Bantul ramai. Mereka mengeluhkan hal serupa. Beberapa anggota dewan yang sudah menerima antara lain, Novi Saharti (fraksi Gerindra) dan Edi Prabowo (fraksi Demokrat).

Paidi khawatir, kalau kasus tersebut tidak segera ditindaklanjuti dapat mengancam pihak lain. Terlebih dalam akun tersebut banyak menyimpan kontak pejabat dan pemerintah Bantul. “Takutnya, modus ini dimanfaatkan untuk memeras banyak orang,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, hingga pukul 15.00 nomor Jumirin yang diretas masih aktif. Kendati begitu, oknum tersebut enggan mengangkat telpon. Kejadian tersebut Jumirin merasa dirugikan. Kemudian dia melaporkan kasus tersebut ke Polda DIJ. (mel/din/tif)