RADAR JOGJA – Desa Condongcatur, Depok, Sleman kembali menggelar event gowes berskala besar. Event yang baru kali pertama digelar ini bertajuk “Condongcatur Tour Ring Sleman”. Tak kurang dari 700 goweser ambil bagian dalam acara tersebut. Goweser  semuanya menggunakan sepeda Federal yang sangat legendaris.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji menuturkan, penyelenggaraan event ini tergolong sukses. Bahkan melebihi target. Dari awalnya hanya ditarget 300 peserta, membeludak menjadi 700 peserta. “Sambutannya sangat luar biasa,” kata Reno di Balkondes Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Minggu (22/12).

Reno menuturkan, ratusan goweser yang ikut dalam event ini sudah mulai bersepeda sejak pukul tujuh pagi dari Balai Desa Condongcatur. Hingga finish di kompleks Tebing Breksi.

Medan yang harus dilalui para goweser juga beragam. Setidaknya, mereka harus menempuh jarak hingga 73 kilometer. Jalur bersepeda yang dipilih juga melewati 17 kecamatan yang ada di Sleman. Tujuannya sekaligus mengenalkan destinasi wisata di kabupaten ini.

“Mereka sangat senang terhadap pemandangan di 17 kecamatan yang dilewati saat gowes. Ada desa wisata, beberapa candi, pasar desa, semuanya sangat menarik,” ungkapnya.

Reno mengatakan, pemerintah harus bisa menangkap potensi sport tourism di Sleman. Sebab, dia berkaca dari event gowes semacam ini bisa mengumpulkan banyak goweser.

Para goweser ada yang berasal dari Jawa Barat, Jakarta, Bekasi hingga Bali. Artinya bisa menjadi pengungkit agar kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Sleman meningkat. “Mereka sangat senang dan banyak yang berharap ada event seperti ini lagi tahun depan,” katanya.

Ke depan akan memperbesar skala penyelenggaraan event gowes. Bukan hanya terbatas pada satu komunitas goweser saja. “Akan kami undang komunitas lain agar lebih meriah dan kami akan pecahkan rekor,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, event ini dapat menyumbang jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Pemkab Sleman, kata dia, menargetkan 10 juta kunjungan wisatawan pada 2019.

Dia optimistis dengan berbagai macam event dan atraksi target itu dapat tercapai. “Masih kurang sekitar 600 ribu. Saya yakin dengan adanya event semacam ini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Muslimatun menyebut potensi sport tourism di Sleman sangat luar biasa. Banyak event wisata olahraga yang diadakan oleh Sleman. Peserta event sport tourism juga dari berbagai daerah. Bahkan hingga mancanegara.

“Semakin banyak yang datang semakin membawa dampak yang baik. Mereka tidak hanya berolahraga, tapi berwisata dan bisa mempromosikan wisata Sleman,” katanya.

Muslimatun berharap acara ini bisa terus berlanjut. Sebab, selain berdampak pada jumlah wisatawan yang akan kembali ke Sleman, ekonomi kerakyatan juga akan tumbuh.

Event gowes ini sudah dimulai sejak Sabtu (21/12) malam. Yakni para goweser tiba di Pendopo Joglo Cepit yang merupakan kediaman Reno dan diadakan malam keakraban, tukar souvenir dan kegiatan lain. Tujuannya bersilaturahmi dan membangun komunikasi dengan komunitas lain. (*/har/laz/tif)