RADAR JOGJA – Banyak cara untuk mengisi liburan sekolah. Anak-anak SD di Kulonprogo memilih mengikuti lomba jemparingan (memanah tradisional). Kegiatan diikuti 50 anak. Dipusatkan di Balemas Singlon, Pengasih, Kulonprogo.

Tidak hanya memanah, mereka ikut melestarikan budaya leluhur. Mengenakan pakaian adat Jawa, surjan bagi putra dan kebaya untuk perempuan.

“Kegiatan ini kami laksanakan mandiri sebagai waktu mengisi liburan sekolah. Kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Internasional 2019,” kata koordinator kegiatan Joko Mursito (22/12).

Balemas Singlon merupakan tempat untuk berlatih jemparingan. Hampir setiap hari ada anak-anak yang berlatih, mereka dibimbing memainkan jemparing.

“Olahraga tradisional ini sudah familier di masyarakat. Tidak hanya di Jawa, namun juga di Bali, Nusa Tenggara hingga beberapa provinsi lain. Olahraga tersebut berkembang,” jelasnya.

Lomba memerebutkan piala dan suvenir. Hadiah hiburan berupa buku, tempat pensil, dan juga hadiah hiburan lain.

“Olahraga ini memiliki prospek dan daya tarik wisata. Disamping menjadi bagian dari olahraga yang identik dengan keistimewaan DIJ,” ucap Joko, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo.

Salah seorang peserta, Hanifa Maila Fahirah, siswa kelas IV SD Muhammadiyah Mutihan mengaku senang mengikuti lomba tersebut. Dia baru setahun berlatih jemparingan. (tom/iwa/tif)