RADAR JOGJA – Konser Titik Balik #bertemudidesember menjadi titik awal keempat sahabat, Momo, Andi ‘Babon’ Irfanto, Zuhdil dan Ismeth. Keempat mantan personel Captain Jack ini tetap senyawa. Comeback concert ini seakan menjadi bukti bahwa mereka belum berhenti berkarya.

Minggu malam (22/12) menjadi hari yang dinanti oleh para Monster Jacker’s, sebutan fans mereka terdahulu. Lagu-lagu berdistorsi kencang langsung menyapa. Mulai dari lagu dalam album Undmindless hingga self titled Captain Jack. Ditambah sound system berkekuatan 25 ribu Watt yang menggetarkan telinga.

“Titik balik ada sebuah reuni dari kami yang berempat karena rindu bermusik bersama. Tidak ada nama hanya kami berempat yang dikemas dalam sebuah Titik Balik,” jelas sang vocalis Momo, Minggu malam (22/12).

Kerinduan para fans seakan tak terbendung. Begitu lagu Hati Hitam menghentak, sontak mereka bernyanyi bersama. Tak peduli peluh keringat, semua luruh jadi satu dalam moshing pit.

Total ada 17 lagu yang dimainkan dalam konser kali ini. Momo mengakui song list kali ini adalah sebuah rekor. Terlebih keempatnya sudah 3,5 tahun tidak bersama. Perlu tenaga dan pikiran ekstra untuk menghidupkan chemistry panggung yang telah lama mati.

“Ini adalah panggung kedua kami setelah Pontianak kemarin. Persiapan bisa dibilang sangat mepet, tapi kami (player) bersama teman-teman yakin bisa menyapa kembali,” ujarnya.

Dalam setiap jeda lagu terselip perbincangan dengan penonton. Salah satunya adalah keinginan untuk kembali. Keempat musisi ini meyakinkan pendengarnya bahwa ini tak sekadar konser reuni semata.

“Pastinya ini bukan konser terakhir kami berempat. Kami kembali untuk menyuarakan keresahan dalam nurani kami. Tentunya melalui lagu dan lirik yang kritis,” katanya.

Kekompakan terlihat dalam konser Titik Balik. Sang drummer Andi ‘Babon’ Irfanto mengakui ada kerinduan untuk kumpul bersama. Bagaimana mengawali Captain Jack dari titik awal hingga mencapai puncaknya.

Musisi yang juga menjabat drummer Stars and Rabbit ini bercerita proses Titik Balik. Berawal dari sang keyboardist Ismeth yang menghubungi tiga personel lawas untuk reuni di Pontinak. Tanpa pikir panjang Babon, Momo dan Zuhdil langsung mengiyakan.

Cerita berlanjut saat tiba sesi berlatih. Sehari sebelumnya, mereka berlatih enam jam di studio musik. Babon mengakui sudah lama tak memainkan lagu bertempo cepat. Namun berkat chemistry kuat, belasan lagu berhasil dilahap dengan sempurna.

“Seperti alam bawah sadar menuntun dan mengalir saja. Tidak ada yang lupa tapi ya gitu, sedikit capek karena sudah lama tidak main beat cepat. Tapi menyenangkan apalagi chemistry kami masih kuat,” katanya.

Ditanya kelanjutan, Babon mengamini. Dia siap bermusik kembali bersama ketiga rekan lamanya. Semangatnya kembali tumbuh setelah melihat animo penikmat musik-musik lama mereka.

“Kedepan lanjut ke depan. Tunggu saja dan tetap dukung kami,” ujarnya.

Dukungan datang dari teman-teman sesama musisi. Bahkan konser ini seakan menjadi ajang reuni para musisi dari Jogjakarta. Para penggawa-penggawa musik lawas datang menyaksikan konser hingga detik terakhir.

Gitaris Sheila On 7 Eross Candra juga terlihat diantara musisi ini. Dia mendorong agar Momo, Andi, Zuhdil dan Ismeth tetap lanjut berkarya. Terlebih tingginya dukungan dari penikmat musik dan rekan sesama musisi.

“Genre seperti mereka ini sudah tidak ada. Kalau lihat respon tadi itu momentum yang kuat untuk tetap lanjut. Apapun namanya keempatnya harus tetap berkarya dengan identitas yang sudah ada,” katanya.

Salah satu manajemen awal Captain Jack Koesoemo Hadi juga terlihat dalam konser. Meski tak langsung turun membantu, namun dia senang akhirnya keempatnya kembali. Sama halnya dengan Eross, Kemo, sapaannya, berharap keempat personel eks Captain Jack tetap lanjut berkarya.

“Saya senang sekali lihat teman-teman akhirnya bisa kumpul kembali. Ini tidak hanya berbicara keempatnya, tapi sebuah keluarga yang sudah lama terbentuk dan sekarang berkumpul kembali. Harus lanjut,” pesannya. (dwi/tif)