RADAR JOGJA – Jogjakarta mulai macet. Kendaraan berjubel di banyak ruas jalan. Kondisi ini sebagai dampak libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata, bahkan, sudah terasa sejak beberapa hari lalu. Terutama di kawasan utama wisata dan perekonomian Jogjakarta yakni Malioboro. Kendaraan yang berhenti dan parkir secara ngawur atau sembarangan dipastikan bakal dihalau.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) memberikan perhatian khusus mengenai kemacetan tersebut. Dia mengatakan, dalam beberapa hari ke depan sampai menjelang malam pergantian tahun wilayah Kota Jogja tidak terhindarkan dari kemacetan.

“Saya mohon masyarakat bersabar. Antre yang baik. Patuhi rambu lalu lintas supaya bisa lancar,” kata HS dihubungi Radar Jogja, Kamis (26/12).

HS menilai arus lalu lintas akan lancar jika semua masyarakat tertib berlalu lintas. Mentaati rambu-rambu yang ada.

Salah satunya adalah menaati aturan parkir. Masyarakat tidak boleh memarkir kendaraannya di tempat yang ada larangan untuk parkir. Pengendara juga tidak boleh berhenti di tempat yang terdapat rambu dilarang berhenti.

HS memberikan contoh di ruas Jalan Pasar Kembang yang berada di sebelah selatan Stasiun Tugu Jogja. Kemacetan di ruas jalan itu diperparah karena adanya pelaku penjual jasa transportasi berbasis online yang berhenti sembarangan. “Itu dijadikan sebagai tempat-tempat berhenti ojek-ojek online. Kalau nggak patuh, akan malah mempersulit situasi,”ujarnya.

Berdasar pantauan Radar Jogja hingga Kamis (26/12), kemacetan terjadi di Jalan Malioboro. Hal itu dipicu kendaraan jasa transportasi online berhenti sembarangan saat menurunkan penumpang. Termasuk berhenti di tempat yang terpasang larangan untuk kendaraan berhenti di depan Mal Malioboro.

Dinas Perhubungan Kota Jogja tak tinggal diam. Mereka bekerja keras mengurai kemacetan lalu lintas selama liburan Natal dan tahun baru. Terutama di kawasan Malioboro.

Mereka mengerahkan tim khusus yakni Tim Ketertiban Kelancaran Lalu Lintas (Tibcarlantas). Tim ini terdiri 60 personel. Mereka terbagi dalam dua shif yakni siang dan malam.

“Ya, kita lebih fokus upaya untuk tibcarlantas,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas adalah menghalau kendaraan jasa transportasi online, taksi online, dan ojek online yang berhenti di tepi jalan bertanda larangan berhenti. “Kita menghalau untuk tidak berhenti,” tuturnya.

Sikap serupa juga diberlakukan untuk kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi juga dipastikan dihalau jika melanggar aturan berhenti. “Ini dimungkinkan adanya tilang dari teman-teman Satlantas Polresta (Jogja),” bebernya.

Agus berharap pengguna jalan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Hal itu agar ketertiban dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. “Kami nggak mungkin menjaga seluruh jalan di Kota (Jogja). Jadi, butuh peran serta masyarakat untuk patuh lalu lintas,” imbuhnya. (cr15/amd/tif)