RADAR JOGJA – Masyarakat Ledok Code RT 18 RW 04, Kotabaru, Kota Jogja, bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga kembali menyelenggarakan Festival Kampung Lampion (FKL). Festival yang diberi nama Festival Kampung Lampion Code 18 itu berlangsung sejak Sabtu (28/12) hingga besok malam (31/12).

Festival dibuka Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Dalam sambutannya, Heroe berpesan kepada warga kampung untuk terus berpikir kreatif guna memajukan kampungnya. “Kreasi dan inovasi harus terus dilakukan, terus jangan lupa di-blow up dan viralkan,” kata Heroe.

Selain itu ia juga berpesan kepada masyarakat Ledok Code untuk terus menjaga keberhasihan lingkungan. Hal itu penting untuk menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan asri untuk siapa pun yang datang berkunjung atau menetap di Ledok Code.

Kawasan Ledok Code memang tampak lebih indah. Apalagi saat malam hari. Gang-gang sempit yang mengitari pemukiman warga dicat dengan warna-warna menarik. Selain itu terdapat banyak lampion yang tergantung di sepanjang jalan.

Menariknya, lampion-lampion itu merupakan kreasi warga setempat. Memanfaatkan limbah plastik yang memang banyak terdapat di lingkungan bantaran Kali Code itu

Salah seorang pengurus RT 18 Ledok Code Miskam mengungkapkan, Kampung Lampion Code 18 ini menunjukkan bahwa warga yang ada di pinggiran kali pun bisa berkarya. Dalam membangun kampung lampion itu masyarakat bertindak mandiri dan tidak melulu bergantung pada pemerintah.

Masyarakat mengumpulkan dana secara kolektif dari sponsor dan iuran warga. “Harapan kami sangat sederhana. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kampung kami layak huni atau bahkan layak dikunjungi,” ujar Miskam.

Dalam Festival Kampung Lampion Code 18 tahun ini, pengunjung tak hanya disuguhi cantiknya kondisi kampung. Namun juga bisa mendapatkan beberapa hal menarik, seperti diskusi, hingga pementasan kesenian yang dilakukan warga sekitar Ledok Code dan mahasiswa. (cr12/laz)