RADAR JOGJA – Pembangunan Bandara YIA mengalami kemajuan 90 persen. Menyisakan pengerjaan terminal area drop off. Serta penyelesaian atap baja kawung serta lighting dan interior.

‘’Sisi landside dan airside semua sudah selesai. Sekarang fokus di terminal. Target kami Februari 2020 sudah menyelesaikan (terminal) domestic,’’ kata Pimpinan Pembangunan YIA Taochid Purnama Hadi ditemui akhir pekan kemarin (29/12).

Pada Maret 2020, rencananya semua pergerakan pesawat dipindahkan dari Adisutjipto ke YIA. Dengan luas parkir 219 ribu meter persegi akan terus dipantau perkembangannya.

‘’Awalnya akhir Januari atau Feburari 2020 akan dilakukan pemindahan sebagian penerbangan dari Adisutjipto, namun dengan pertimbangan repot mengoperasikan dua bandara, sehingga Maret 2020 semua pindah ke YIA, kecuali pesawat propeler atau ATR,” jelasnya.

Waktu yang tersedia hingga Maret 2020 akan dimaksimalkan untuk pekerjaan finishing. Pihaknya tidak mau terburu-buru. Tidak ada kendala terkait cuaca.

“Kami akan buat gate Paliha, Glagah, dan semua desa terdampak untuk pembeda gate. Art work-nya sudah mulai terpasang. Patung selamat datang juga masih proses, sebelum full operation, patung setinggi 13 meter itu harus sudah berdiri,” ujar Taochid.

Patung perempuan raksasa di jalan masuk YIA tersebut melambangkan ibu bumi bapak angkasa. Namanya patung Hamemayu Hayuningrat. Satu tangan menjulur ke atas (menyambut) dan satu tangan memegang bokor atau kendi sebagai bentuk kesuburan atau kekayaan.

“Kami tengah mengerjakan itu bersama seniman Jogja, kami menargetkan patung (selamat datang) ini selesai Januari 2020,” ujar Taochid. (tom/iwa/rg)