RADAR JOGJA – Destinasi wisata perbukitan Mangunan di Bantul masih jadi primadona bagi pelancong yang berkunjung ke Jogjakarta pada musim liburan ini. Meskipun demikian, untuk menuju lokasi wisata tersebut perlu perjuangan ekstra khsususnya bagi yang melewati Tanjakan Cinomati.

Walaupun sudah ada imabauan tidak melewati jalur tersebut, wisatawan masih diarahkan untuk menuju tanjakan ini. Terlebih bagi mereka yang mengandalkan aplikasi peta seperti Google Maps dan Waze.

Kepala Seksi Operasional SAR DIJ Distrik Bantul Bondan Supriyanto mengatakan sejak 23 Desember 2019 sudah ada 350 mobil dan 400 motor gagal menanjak di Jalur Cinomati.

Bondan merinci, selama libur ini setidaknya 70 mobil dan 100 motor per hari yang gagal menanjak di Cinomati. Rata-rata diarahkan oleh aplikasi GPS karena merupakan jalan tercepat menuju Mangunan.

Dia menyatakan bahwa jumlah kendaraan sempat meningkat pada Minggu (29/12) kemarin. Serta diprediksi akan terjadi lonjakan pada malam tahun baru nanti.

“Kebanyakan plat luar kota dan diarahkan oleh GPS untuk lewat sini. Memang Cinomati ini jalur tercepat, namun di aplikasi kan tidak ada keterangan kalau jalur berbahaya, jadi mayoritas tidak siap (gagal menanjak),” ujar Bondan di Cinomati (30/12).

Dikatakan, Jalur Cinomati memiliki 42 buah kelokan dengan panjang 1,3 kilometer. Yang paling berisiko adalah pada kelokan ke-16 dan ke-17.

Untuk mengantisipasi kegagalan menanjak, Bondan menyarankan pengemudi mengganti persneling gigi rendah pada kelokan ke-12 atau ketika sudah terlihat rambu-rambu peringatan. Pengendara juga diminta mematikan pendingin udara ketika menanjak.

Selain gagal menanjak, kendaraan yang melewati Cinomati juga menghadapi permasalahan lain. Di antaranya, kampas kopling terbakar, hingga rem blong.

“Pastikan kendaraan kondisinya prima,” saran Bondan.

Setidaknya 150 relawan mengamankan jalur tersebut. Mereka bertugas mengganjal kendaraan agar tidak mundur. Pihaknya dibantu personel Polres Bantul dan organisasi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta menerbitkan peringatan agar bus dan truk besar tidak melewati Cinomati menuju Mangunan. Kendaraan besar disarankan melewati jalur Imogiri-Mangunan.

‘’Sedangkan untuk jalur turun, kami imbau melewati Patuk, Gungkidul,” kata Aris. (inu/iwa/er)