RADAR JOGJA –Tingkat kerawanan di wilayah Jogja menurun dari 910 kasus menajdi 737 kasus. Angka ini turut menggeser posisi tingkat kerawanan di Polda. Kini instansi hukum ini menduduki peringkat tiga dari awalnya peringkat dua di medio 2018.

Meski begitu, penyalahgunaan narkotika masih menjadi pekerjaan rumah bagi Polresta Jogja. Kasus ini menduduki peringkat pertama dengan 118 kasus. Menyusul kemudian kasus curanmor sebanyak 80 kasus. Sedangkan pencurian dengan pemberatan mencapai 33 kasus.

Kapolresta Jogja Kombespol Armaini mengatakan, kasus kenakalan remaja menduduki peringkat kempat. Walau jumlah kasus hanya sebelas namun sangat meresahkan. Terlebih aksi kenakalan remaja bukan sewajarnya. Terbukti dari korbannya yang cenderung tidak memiliki sangkut paut masalah

“Kenakalan remaja ini cukup menguras pikiran. Karena kenakalannya itu tidak wajar. Sehingga untuk pendekatan kami sangat intens. Sifatnya adalah pencegahan dan edukasi kepada para remaja,” katanyaditemui di Mapolresta Jogja, Senin (30/12).

Guna memotong penyimpangn ini, jajarannya bergerak cepat. Salah satunya dengan menggelar razia dan operasi khusus. Total ada tiga belas kali operasi khusus yang berlangsung selama satu tahun. Fokusnya mulai dari kelengkapan administrasi kendaraan hingga narkotika.

Hasilnya cukup fantastis. Salah satunya adalah temuan tanaman ganja sebanyak .1083 pohon. Tanaman psikotropika ini berhasil ditemukan di Karawang Jawa Barat. Berawal dari ungkap kasus pengedar ganja di wilayah Kota Jogja.

Sedangkan Kasus kecelakaan di jalan raya turut menyita perhatian. Walau wilayah adminitrasi Kota Jogja kecil, namun angka kecelakaan lalu lintas tergolong tinggi. Tercatat pada 2019 terdapat 524 kasus. Jumlah korban meninggal mencapai 21 jiwa. Korban luka ringan mencapai 686 jiwa.

Data pelanggaran lalu lintas juga meningkat. Pada 2018 terjadi 23.738 penilangan dan 45.406 teguran. Angka ini meningkat jadi 38.608 tindakan penilangan dan 54.636 teguran pada medio 2019. Data perbandingan menunjukan kenaikan untuk kedua parameter. (dwi/ila)