RADAR JOGJA – Nama dua gedung yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dinilai tidak tepat. Yakni, Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo dan Gedung Olahraga (GOR) Wage Rudolf (WR) Soepratman.

Penamaan kedua gedung ini dulunya diarahkan untuk mendukung program pemberian gelar pahlawan kepada kedua tokoh tersebut. Namun, penamaan gedung itu kini dinilai kurang tepat dan diusulkan untuk diubah.

Pembina Yayasan Sawunggalih Aji Kutoarjo Mulyadi Nitisusastro mengungkapkan, seharusnya nama WR Soepratman disematkan untuk nama gedung kesenian. Menurutnya, hal ini relevan dengan kiprah sang tokoh di bidang kesenian.

Sementara itu, nama gedung olah raga diberikan nama Sarwo Edhie Wibowo. Sebab, Sarwo Edhie merupakan tentara yang dinilai memiliki sikap tegas dan kuat seperti halnya semangat dalam berolahraga.

“Jadi, saya melihat kedua nama itu perlu ditukar agar lebih pas,” tutur Mulyadi, Senin (30/12).

Menurutnya, perubahan nama dua gedung itu bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Dia menyatakan memang ada aturan mengenai penamaan. Namun, dia mendorong Pemkab Purworejo untuk melakukan perubahan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Agung Wibowo mengatakan, instansinya memang kerap mendapatkan usulan mengenai perubahan nama gedung tersebut. Saat ini pun perubahan itu sudah dilakukan di mana ada Surat Keputusan (SK) Bupati Purworejo Momor 160.18/688/2019 tanggal 2 Desember 2019 tentang Gedung Kesenian.

Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo kini diubah menjadi Gedung Kesenian WR Soepratman. Sedangkan GOR WR Wage Rudolf diubah menjadi GOR Sarwo Edhie Wibowo. “Untuk GOR, SK-nya berbeda karena di bawah Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo,” kata Agung.

Diungkapkan, perubahan nama itu tidak dilakukan secara tiba-tiba. Ada proses usulan dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan kajian.

“Ada tim yang menggodok tentang perubahan ini. Semua harus ada kajian sebelum muncul SK dan ditetapkan,” imbuh Agung.

Menurutnya, penggantian nama gedung kesenian akan diikuti rehab atau perbaikan gedung. Perbaikan akan dilakukan mulai 2020. Rehab meliputi plafon, elektrikal, dan pagar.

Kabid Kebudayaan Dinparbud Agung Pranoto, saat dikonfirmasi terpisah, menambahkan, papan nama telah dilakukan penggantian pekan lalu. Dia berharap penggantian nama sesuai aspirasi masyarakat tersebut dapat memacu gairah pelaku seni untuk berkesenian dan memanfatkan fasilitas tersebut.

“Di Gedung Kesenian WR (Soepratman) sudah kami pasang papan namanya,” kata Agung Pranoto. (udi/amd)