RADAR JOGJA – Pasca peristiwa letusan kembang api di utara Istana Kepresidenan Jogjakarta, Selasa (31/12) malam, seorang pelaku bernama Abrid Kurniawan, 28, berhasil ditangkap. Bersamanya disita pula satu selongsong kembang api berukuran kurang lebih satu meter.

Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol Sutikno menuturkan pelaku berhasil dibekuk warga setempat. Awalnya pengunjung Malioboro sempat emosi. Terlebih letusan kembang api tersebut mengarah ke kerumunan pengunjung.

“Iya setelah letusan ketiga itu langsung diamankan warga. Memang sempat emosi tapi untungnya tidak sampai terprovokasi lebih lanjut,” jelasnya, Rabu (1/1).

Akibat peristiwa ini seorang pengunjung Malioboro bernama Agung Julianta, 45, mengalami luka serius. Berupa luka sobek di kepala hingga muntah darah. Sutikno menuturkan korban terkena letusan kembang api tepat di kepala.

Warga Tambakboyo Klaten Jawa Tengah itu sempat dirawa di RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja. Karena butuh penanganan lebih lanjut, akhirnya dirujuk ke RS Bethesda.

“Info terakhir sempat muntah darah, kau keluarga memutuskan untuk dirujuk ke RS Bethesda. Masih didalami sejauh mana lukanya,” kata Sutikno.

Perwira menengah satu melati ini menuturkan keluarga korban dan pelaku telah bertemu. Intinya keluarga pelaku siap menanggung seluruh biaya pengobatan. Walau begitu proses hukum kepada Abrid tetap berjalan.

“Proses hukum dipastikan tetap berjalan. Pelaku pun sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Peristiwa ini terjadi tepat menjelang malam pergantian tahun, pukul 23.53 WIB. Pelaku melontarkan kembang api dari ruas jalan depan eks bioskop Indra. Ada tiga lontaran kembang api yang mengarah langsung ke kerumunan warga.

Saat lontaran kedua, letusan kembang api tepat diatas simpang tiga ngejaman. Lontaran ketiga langsung jatuh di tengah kerumunan warga. Tepatnya warga yang tengah duduk-duduk di barat Ngejaman. Sontak teriakan histeris terdengar setelah letusan mengenai warga.

“Sebenarnya main kembang api boleh tapi juga harus terukur. Arahnya ke atas bukan ke bawah apalagi mengarah langsung ke orang,” tandas Sutikno. (dwi/tif)