RADAR JOGJA – Setiap perubahan membutuhkan sejumlah individu untuk menjadi role model atau pemandu proses berjalannya perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi. Agen perubahan adalah orang yang menghubungkan antara sumber perubahaan baik itu inovasi maupun kebijakan organisasi dengan target perubahan. Itu pula yang saat ini diupayakan oleh Polkesyo.

Menurut Wakil Direktur II Polkesyo Arini Rinawati, harus ada sejumlah peran agent of change (AoC) yang harus dilaksanakan sebagai change leader. Di sini yang berperan utama adalah direktur, serta wakil-wakilnya. Selain menginformasikan hal baru dalam rangka memperkenalkan suatu Inovasi baru kepada suatu kelompok target perubahan.

”Saat agen perubahan setelah mampu mendorong budaya baru, maka komunitas organisasi seharusnya telah mampu menciptakan kader agen perubahan dari komunitas yang dijadikan target perubahan itu,” ujarnya dalam pers rilis yang dikirimkan ke Radar Jogja.

Dia menjelaskan, sejumlah peran agent of change dalam menciptakan budaya baru itulah yang nantinya menjadi semangat baru Polkesyo.

”Juga menjadikan agen perubahan manajemen. Agar proses transformasi/pembentukan budaya berjalan dengan sukses. Maka tidak cukup hanya menjadi tanggung-jawab unit kerja tertentu, tetapi semua jajaran civitas Polkesyo,” ungkapnya. (ila)