RADAR JOGJA – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan meminta warga sepanjang bantaran sungai yang berhulu Gunung Merapi meningkatkan kewaspadaan. Terutama adanya peningkatan volume air sungai sepanjang hari ini, Rabu (1/1).

Berdasarkan pantauan BPBD Sleman, kawasan puncak Gunung Merapi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat. Imbasnya terjadi luapan air ke beberapa aliran sungai. Salah satu yang mengalami peningkatan adalah Sungai Gendol.

“Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah lereng Gunung Merapi. Laporan dari tim relawan lapangan ada peningkatan volume air sungai,” jelasnya, Rabu sore (1/1).

Makwan memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Walau begitu timnya masih memantau laporan selanjutnya. Terlebih hujan masih terjadi hingga petang menjelang. 

Selain peningkatan volume air sungai, hujan juga menimbulkan sejumlah kerusakan. Terparah ada di kawasan Wisata Bukit Klangon Glagaharjo Cangkringan. Sebuah tenda dan panggung hiburan roboh tertiup angin. Kejadian berlangsung pukul 14.25 WIB.

“Saat petunjukan sedang berlangsung tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Semua wisatawan sudah dalam posisi aman. Lalu ada juga pohon akasia tumbang menutup akses jalan di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan,” katanya.

BPPTKG Jogjakarta juga mencatat peningkatan intensitas hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. Berdasarkan data, curah hujan mencapai 42 mm. Imbauan yang dikeluarkan berupa waspada aktivitas di sepanjang sungai berhulu Merali.

“Waspada adanya kiriman material lahar pasir dan batu dari kawasan puncak yang terbawa air. Selain potensi bahaya dari lonjakan volume air sungai,” kata Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida. (dwi/tif)