RADAR JOGJA – Tepat pukul 06.00 WIB di awal tahun baru 2020, seluruh jajaran PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko Unit Ratu Boko menyambut wisatawan pertama yang berkunjung ke kompleks Keraton Ratu Boko, Rabu (1/1).

Tiga rombongan yang berasal dari luar daerah ini disambut dengan tari Gambyong dan dikalungi kain lurik oleh GM Unit Ratu Boko Wiharjanto.

“Kami seluruh jajaran manajemen Keraton Ratu Boko memberikan apresiasi kepada wisatawan pertama yang datang paling awal bahkan sebelum loket dibuka di tahun baru 2020. Ini adalah kejutan dari kami untuk menyambut tamu,” ujar Wiharjanto.

Di tahun 2020 dia berharap Keraton Ratu Boko akan lebih baik dan lebih di kenal oleh wisatawan melaluiĀ  program-program yang telah disiapkan. Selain peningkatan kunjungan, pihaknya akan menggelar berbagai macam kegiatan dan membuka sejumlah paket wisata seperti paket Boko Piknik dan Boko Romantis.

Dibukanya paket wisata baru tersebut juga sebagai upaya menjawab keluh kesah wisatawan yang tak bisa menikmati keindahan kompleks candi di atas bukit ini saat petang dan malam hari.

“Ini merupakan upaya kami untuk menarik banyak wisatawan lagi. Tidak seperti Candi Borobudur dan Prambanan yang sudah di kenal masyarakat luas, Keraton Ratu Boko masih belum dikenal wisatawan baik mancanegara maupun domestik,” ungkapnya.

Untuk tahun 2020 pihaknya menargetkan 320 ribu pengunjung yang datang ke kompleks candi seluas 16 hektar tersebut. Selain paket wisata juga ada berbagai hiburan seni budaya dan sendratari yang digelar di Keraton Ratu Boko.

Salah satu pengunjung pertama dari Cikarang Bekasi, Hendrik Suhengki mengatakan, ia dan rombongan baru pertama kali berkunjung ke Keraton Ratu Boko ini.

“Awalnya direkomendasikan salah satu teman saya, ternyata memang unik dan terlihat lebih eksotis. Bangunan seperti keraton yang juga ada candi di dalamnya,” jelas Hendrik.

Kesan yang sama juga disampaikan oleh wisawatan pertama yang lain Muhammad Kemal dari Padang dan Rivi Rosmalina dari Jakarta. Selain fasilitas yang lengkap dan baik, mereka juga dapat melihat Candi Prambanan dari atas kompleks Keraton Ratu Boko tersebut. (ita/tif)