RADAR JOGJA – Dari target pendapatan sektor pariwisata sepanjang 2019 senilai Rp 1,43 miliar, Purworejo berhasil membukukan pendapatan sebanyak Rp 1,57 miliar. Capaian ini menunjukkan tujuan wisata di Purworejo mendapatkan tempat di tengah masyarakat.

Meski ada peningkatan, berdasar perhitungan setiap objek wisata ternyata ada destinasi yang tidak mampu mencapai target. Yakni, Pantai Dewa Ruci atau Pantai Jatimalang di Kecamatan Purwodadi, Purworejo.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Wibowo mengatakan, target pendapatan senilai Rp 656 juta di pantai kebanggaan Purworejo itu hanya bisa tercapai Rp 547 juta. Dia menyebut, kegagalan pemenuhan target itu karena masih ada polemik tentang bagi hasil.

“Ada permasalahan pada bagi hasil retribusi tiket antara Pemkab (Purworejo) dengan pemerintah desa di Jatimalang ini,” kata Agung kemarin (5/1).

Polemik tersebut menyebabkan tidak ada pungutan kepada pengunjung Pantai Dewa Rucci selama sekitar empat bulan. Cukup panjangnya waktu tidak ada penarikan retribusi itu sangat berpengaruh pada besaran pendapatan. “Pihak desa melakukan pembebasan retribusi waktu itu,” tutur Agung.

Pemkab terus melakukan pendekatan kepada pihak desa. Akhirnya diperoleh kesepakatan. Secara resmi, loket retribusi mulai dibuka menjelang Natal 2019 lalu.

Artinya, hanya ada sisa waktu delapan hari sejak pembukaan kembali loket retribusi hingga pergantian tahun 2020. Hal ini tidak mampu menolong target yang telah ditetapkan.

Dijelaskan, saat dilakukan penarikan retribusi kembali mampu tercapai 81,5 persen. “Walaupun tingkat kunjungan ke pantai cukup besar, tapi tetap tidak mampu mengejar target,” imbuh Agung.

Sepanjang 2019, objek wisata yang menjadi penyumbang pendapatan paling besar adalah Kolam Renang Artha Tirta. Dari target sebesar Rp 609 juta, tercapai Rp 884 juta. Selain itu, pendapatan dari wisata religi Geger Menjangan dan Museum Tosan Aji juga melampaui target. (udi/amd)