RADAR JOGJA – Sudah tujuh tahun Nabilah Marwa Khairunnisa Umarella menggeluti dunia olahraga renang. Tepatnya saat duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD). Kini, gadis yang akrab disapa Lala ini telah menjadi salah satu perenang andalan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kategori renang indah.

ANA R DEWI, Jogja, Radar Jogja

USIANYA masih 15 tahun. Namun prestasi yang ditorehkan perenang kelahiran 24 Oktober 2004 itu patut diacungi jempol. Sederet perlombaan diikutinya. Mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga interasional.
Ya, di usia yang terbilang masih sangat muda, Lala sudah banyak mengukir sejumlah prestasi untuk DIJ. Di antaranya juara 1 dan 2 kategori duet/solo kelompok umur (KU) C kejuaraan renang indah nasional (KRIN), Senayan, Jakarta 2013.

Lalu, Kejurda DIJ mendapat juara ke-3 di nomor 50 M gaya dada KU V putri, juara 2 200 ganti KU V putri, juara 3 100 M bebas KU V putri. Kemudian, ajang Singapore National Synchronised Swimming Championships mendapatkan peringkat 10 nomor solo KU C, posisi 7 nomor duet KU C, posisi 4 nomor tim KU C, dan masih banyak lagi.

Namun, ajang yang paling berkesan bagi Lala adalah kejuaraan di Perth, Australia, empat tahun silam. Tepatnya pada Agustus 2015. Kala itu dia menyabet dua medali emas untuk nomor solo dan duet free routine (age Group 12 under).

Kejuaraan tersebut terasa sangat istimewa bagi Lala. Itu lantaran untuk kali pertama dirinya mengikuti perlombaan di luar Asia. Juga menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Australia dan Selandia Baru. “Dari situ pula saya belajar banyak hal-hal baru yang belum pernah saya dapatkan di kejuaraan sebelumnya,” kenangnya.

Berkat dorongan kedua orang tuanya, gadis kelahiran Jogjakarta ini mulai belajar renang. Awal mula menekuni olahraga renang indah terjadi pada 2012. Kala itu, saat sedang berlatih renang lintasan, tanpa sengaja dirinya melihat para atlet renang indah DIJ sedang berlatih untuk persiapan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Nah, di situlah awal ketertarikan Lala menggeluti olahraga renang indah. “Saya melihat mereka melakukan gerakan menari di dalam air dan memakai musik. Sehingga saya mulai tertarik untuk belajar,” ungkap gadis yang sedang mengenyam pendidikan homeschooling kelas 3 SMP itu.

Menurut Lala, renang indah adalah gabungan dari beberapa hal yang dia sukai. Yakni, menari dan musik. Hanya saja, semua dilakukan di dalam air. “Awalnya saya mengikuti renang indah hanya sekadar coba-coba. Tapi sejak akhir tahun 2013 saya memilih untuk serius di bidang ini,” bebernya.

Belum lama ini Lala berhasil lolos di ajang PON Papua XX 2020. Dia pun berharap di ajang empat tahunan itu bisa memberikan yang terbaik untuk DIJ. “Untuk target pribadi saya ingin bisa meraih nilai 6.8-7.0 di dua nomor yang saya ikuti. Yaitu, solo free routine dan technical routine,” ujarnya.

Kendati sudah banyak menorehkan prestasi, masih ada keinginan lain yang ingin dia wujudkan. Yakni menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Di masa yang akan datang Lala sangat berharap bisa membela Merah Putih di ajang bergengsi seperti SEA Games dan ASIAN Games. “Suatu saat ingin sekali, namun saat ini usia saya belum mencukupi untuk masuk pelatnas,” ujarnya. (laz)