RADAR JOGJA – Persediaan darah PMI Cabang Kulonprogo rata-rata 400-500 kantong setiap tahunnya. Ironisnya 60 persen stok darah diperoleh dari pendonor luar Kulonprogo yang terkumpul melaui kegiatan donor darah masal dan bantuan PMI DIJ.

“Pendonor dari Kuonprogo masih kurang, belum ada 50 persen dari stok yang ada. Tahun ini, diharapkan donor darah bisa dilaksanakan di semua kecamatan di Kulonprogo,” ucap Kepala PMI Kulonprogo, Arif Prastowo, Minggu (5/1).

Menurut dia, Kulonprogo membutuhkan stok darah cukup banyak. Sebab kebutuhannya juga tinggi. Terlebih angka kecelakaan di Kulonprogo termasuk tinggi. Selain menyediakan darah, PMI juga merasa ikut bertangung jawab. Sebab setiap terjadi kecelakaan PMI selalu dilibatkan dalan proses evakuasi korban.

“Setiap terjadi kecelakaan apapun yang ada di Kulonprogo, PMI selalu dilibatkan dalam proses evakuasi. PMI selau siaga 24 jam, baik itu pagi, siang, atau malam,” jelasnya.

Pada bagian lain Airf berujar, pengelolaan keuangan PMI Kulonprogo sejauh ini cukup transparan. Pihaknya mengaku selalu diawasi atau didampingi Insepktorat Daerah (Irda) terkait anggaran, dan hal itu sudah berlangsung sejak 2018.

“Maret 2020 nanti akan dilakukan bulan dana PMI. Memudahkan pengumpulan sumbangan dana dari sektor warga, teknisnya akan disatukan bersamaan dengan distribusi Surat Pemberitahuan (SPT),” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengungkapkan, pemkab selalu memberi dukungan kepada PMI. Termasuk dalam upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas relawan dalam penyelenggaran tugas-tugas kemanusiaan. Menurut dia, Pemkab sudah memberi izin bulan dana 2019. Diharapkan tahun-tahun berikutnya bisa terus diselenggarakan dengan maksimal.

“Semoga dana-dana yang ada bisa dimanfaatkan sebagai semestinya sehingga PMI semakin kuat berkontribusi untuk kemanusiaan,” ungkapnya. (tom/pra)