RADAR JOGJA – Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta kepada kepala sekolah untuk tidak perlu khawatir terhadap penghapusan ujian nasional (UN) yang rencananya dimulai 2021. Dia yakin apa pun kebijakan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa.

Aji mengatakan, Jogjakarta sebenarnya telah memiliki konsep tersendiri mengenai pengukuran kompetensi akhir siswa di setiap jenjang. ”Di mana UN tidak menjadi acuan pokok. Ada penilaian kompetensi lain yang dipertimbangkan,” kata Aji dihubungi Minggu (5/1).

Ia mengatakan sejauh ini belum ada rancangan resmi berkaitan pengganti UN. Aji pun meminta agar para kepala sekolah tidak perlu mengeluh. “Kita jalankan saja. Kalau UN benar-benar dihapus dan penilaian akhir diserahkan sekolah, ya sekolah harus sembada,” tambahnya.

Di sisi lain, mantan kepala  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ ini pun berharap agar antarsekolah bisa lebih solid untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan di DIJ. Untuk itu, Aji meminta dikotomi negeri-swasta bisa dihilangkan.

“Tidak ada lagi dikotomi negeri-swasta, biar tidak ada lagi gap yang jauh antarsekolah untuk kualitas lulusannya. Mau cara pembelajarannya seperti apa silakan, yang penting keluarannya baik,” ujarnya.

Ia berharap sekolah yang sudah lebih maju mau berbagi ilmu dan pengalamannya kepada sekolah yang masih perlu pengembangan. Namun Aji menegaskan, dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan ini, sekolah yang sudah maju tidak diperbolehkan mengurangi kualitasnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) DIJ Widodo berharap setiap sekolah untuk terus meningkatkan kualitas. Apalagi di era digital seperti saat ini, semuanya harus serba cepat dan terkoneksi dengan siapa pun. “Kami harus menyiapkan segela perubahan yang ada. Termasuk bila ada kebijakan dari pusat,” ungkapnya.

Widodo pun meminta sekolah di DIJ bisa membangun jejaring seluas-luasnya di antara mereka sendiri. Sekolah yang memiliki banyak pengalaman bisa berbagi dengan yang belum berpengalaman. (bhn/laz)