RADAR JOGJA – Status Waspada Gunung Merapi, yang bertahan hampir setahun lebih, membuat kunjungan ke obyek wisata Kaliurang menurun. Tapi, ternyata pemasukan yang didapat melebihi target.

Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat, sampai dengan akhir tahun 2019, pemasukan sejumlah Rp 2,84 miliar. Padahal selama setahun kemarin, pemasukan dari retribusi Kaliurang Rp 2,5 miliar. Meski dari sisi pendapatan melebihi target, namun tingkat kunjungan turun dibanding tahun sebelumnya..

Menurut Kepala Dispar Sleman Sudarningsih, penurunan angka kunjungan salah satunya disebabkan karena status gunung Merapi yang sejak 21 Mei 2018 dinaikkan ke level Waspada. Selain itu, dikarenakan oleh banyaknya destinasi yang berkembang di wilayah Sleman dan sekitarnya.”Meskipun target Kaliurang tetap tercapai walaupun tingkat kunjungan agak turun,” jelas Sudarningsih, Sabtu (4/1).

Sudarnigsih menambahkan, sumber pendapatan Dispar Sleman tidak hanya berasal dari objek Kaliurang. Yang mana dalam hal ini meliputi retribusi tiket masuk, dan pemakaian fasilitas toilet, dan becak air serta sewa kios dan panggung Tlogoputri. Namun, sumbangan bagi pendapatan asli daerah (PAD) juga diperoleh dari retribusi menara pandang Jurang Boyong, Kaliadem, dan candi-candi. Ditambah, pendapatan bagi hasil dari objek Ratu Boko, dan Taman Pelangi.

Pada 2019, tambah Sudarningsih, Dispar Sleman dipatok target retribusi senilai Rp 5,82 miliar untuk PAD, dan mampu menghasklkan Rp 6,11 miliar. Untuk mendongkrak angka kunjungan, langkah pembenahan dan peningkatan sarana prasarana pariwisata telah diupayakan dengan menggunakan alokasi anggaran pendapatan, dan belanja daerah (APBD) maupun dana alokasi khusus (DAK). Diantaranya dengan melakukan perbaikan fasilitas di Kaliurang, pembangunan menara pandang, penataan landscape serta pembuatan sarana toilet dan parkir. “Atraksi berupa pentas seni dan event di destinasi wisata juga ditambah, serta penguatan event dengan mendatangkan artis nasional,” tambahnya.

Selain itu, para pelaku industri pariwisata maupun komunitas juga terus didorong untuk menyelenggarakan agenda pariwisata berskala nasional dan internasional. Pagelaran event juga diusahakan mengikuti perkembangan tren, seperti halnya sport tourism yang saat ini sedang diminati oleh masyarakat. (eno/pra)