RADAR JOGJA – Gugatan calon legislatif DPRD Sleman Supardiyono terhadap anggota Fraksi PDIP DPRD Sleman Andreas Purwanto ditolak Pengadilan Negeri Sleman dalam sidang putusan, Selasa (7/1). Alasan penolakan gugatan, majelis hakim yang diketuai Adi Satrija Nugroho menyatakan perkara yang diajukan masuk ranah peradilan pemilu, bukan ranah di peradilan umum. Bersama anggotanya, Patyarini Meiningsih Ritonga dan Satyawati Yun Irianti, pihaknya memutuskan perkara dengan No.196/Pdt.G/2019/PN.Smn telah selesai.

“Jika ada tanggapan ditunggu 14 hari. Jika tidak ada, dianggap menerima putusan ini,”  kata hakim ketua sambil mengetuk palu tiga kali mengakhiri sidang.

Supardiyono yang saat itu diwakili kuasa hukum Oncan Purba menegaskan akan melakukan banding. Dia beralasan yang digugat bukan perkara partai atau pemilu, melainkan perbuatan melawan hukum yakni menutup alat peraga kampanye orang lain. Perbuatan tersebut dinilai menjadi penyebab kliennya tidak terpilih menjadi anggota DPRD. “Itu yang kami gugat, bukan masalah partai,” tegasnya.

Sementara itu menurut kuasa hukum Andreas Purwanto, Iwan Setiawan, putusan majelis hakim bijaksana dan bersikap adil karena perkara itu masuk ranah pemilu dan harus diselesaikan di mahkamah partai politik, bukan pengadilan umum. “Ya kami menerima putusan dengan senang hati,” ujarnya. (sky/tif)