RADAR JOGJA – Yudi Wibowo, 25, akhirnya bisa ditangkap jajaran Satreskrim Polsek Mlati. Setelah lebih kurang enam bulan melarikan diri. Dia merupakan satu dari dua pelaku penusukan yang terjadi 16 Juni 2019 silam. Yudi ditangkap 30 Desember 2019. Satu pelaku lagi yakni remaja 17 tahun berinisial DR, warga Bantul, masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyono menjelaskan, Yudi diamankan saat berada di rumah orang tuanya di Tirtoadi, Mlati, Sleman. Pelaku yang diamankan, kata dia, hanya berperan memboncengkan DR.

“Yang menjadi otak kejahatan dan yang melakukan penusukan DR, saat ini masih kami buru,” ujar Dwi Cahyono saat ungkap kasus di Mapolsek Mlati, Senin (6/1).

Tindakan pelaku, lanjutnya, mengakibatkan korban yakni Satriyo Nur Budi, 19, mengalami luka tusukan parah pada bagian perut. Hingga menyebabkan koma selama satu bulan dan harus dilakukan perawatan intensif selama 45 hari. Pasalnya, korban ditusuk dengan senjata tajam mirip belati dengan panjang sekira 25 cm. “Ditusuknya hanya sekali saja, tapi kena pada bagian perut,” jelasnya.

Dia mengakui kasus ini membutuhkan waktu penanganan yang cukup lama. Sebab minim keterangan dari para saksi. Polisi harus menunggu hingga korban sadar dari koma dan bisa diajak untuk berkomunikasi. “Dari keterangan saksi dan korban, kami akhirnya bisa mendapatkan gambaran pelaku,” terangnya.

Kendati demikian, polisi masih kesulitan mengejar satu tersangka yang masih buron. Sebab, saat hendak dijemput di rumahnya, pelaku sudah terlebih dahulu kabur. Bahkan orang tua pelaku tidak mengetahui keberadaan pelaku.

Pasalnya, pelaku saat hendak pergi tidak berpamitan. Selain itu, ponsel yang biasa dia gunakan tidak dibawa. “Kami minta kepada orang tua kalau mengetahui DR ini agar segera melapor. Kami juga terus berupaya mengejar DR,” kata dia.

Peristiwa itu, dijelaskannya, terjadi ketika korban bersama kedua temannya sedang nongkrong di jembatan Selokan Mataram, Sinduadi, Mlati. Tepatnya di Jalan Magelang Km 5. Sekitar pukul 23.30, korban dihampiri para pelaku. Lantas pelaku bertanya kepada korban apakah tergabung dalam kelompok suporter klub sepak bola tertentu.

Belum sempat dijawab, pelaku lantas menghunuskan sajam yang dibawa hingga melukai korban. Kedua teman korban tidak tinggal diam. Mereka berusaha mengejar pelaku yang langsung kabur menyusuri jalan Selokan Mataram. “Pelaku ini hanya muter mencari sasaran, ini yang terkena orang nongkrong saja,” terangnya.

Sementara dari keterangan Yudi, dia mengaku hanya ikut ajakan DR. Saat kejadian dia berada di atas motor. “DR yang melakukan penusukan dan saya tahu dia bawa sajam,” katanya.

Seusai melakukan penusukan, keduanya kembali ke tempat nongkrong. Lantas menceritakan aksinya sambil menunjukkan sajam yang digunakan untuk menusuk korban dan masih terdapat darah korban. “Saya tidak tega menusuk (korban), cuma ikut saja. Saya juga tidak tahu DR di mana karena saya kenal baru hari itu,” ungkapnya.

Sementara itu, polisi mengamankan barang bukti berupa motor dan jaket yang digunakan pelaku. Sedangkan sajam yang digunakan untuk menusuk korban masih dalam pencarian. Kepada tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP jo 56 Ayat 1 e dengan ancaman lima tahun penjara. (har/laz)