RADAR JOGJA – Pengerjaan talut Jembatan Jarakan Sewon yang berlokasi di Padukuhan Kaliputih, Pendowoharjo, Sewon dipertanyakan. Itu karena dua hari pascadiresmikan, talut itu ambrol, Selasa pagi (7/1). Warga menyebut, penyebabnya tak hanya akibat diguyur hujan semalam. Tapi juga material pembangunan yang kualitasnya buruk.

Salah seorang warga setempat, Riyanti  mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30. Kebetulan saat itu, dirinya tengah memantau air sungai, tiba-tiba melihat talut ambrol. Talut itu berada di sisi selatan, sebelah timur jembatan. Luasan talut ambrol sekitar 10 meter dengan tinggi enam meter.

“Padahal ini baru selesai dibangun seminggu lalu (akhir Desember) dan Sabtu malam (4/1) baru diresmikan,” ungkap Riyanti, warga Kaliputih, Pendowoharjo itu.

Talut berada di jembatan yang menghubungkan Padukuhan Gesikan, Desa Panggungharjo dan Padukuhan Kaliputih, Desa Pendowoharjo. Dibangun oleh Pemkab Bantul bekerjasama dengan pihak ketiga, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP). Dengan total anggaran sekitar Rp 1,463 miliar. Dibangun selama lima bulan.

Menurut Riyani, kondisi tanah di wilayah tersebut memang rentan longsor. Terdiri bebatuan padas yang mudah rapuh. Sehingga kejadian talut ambrol bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya di lokasi yang sama juga pernah ambrol. Bahkan retakan tanah hampir mengenai rumah warga. “Makanya, jembatan tidak bagus tidak apa-apa. Asal talutnya dibuat lebih kuat,” ungkap perempuan 45 tahun itu.

Jembatan itu sepanjang 11 meter dengan lebar tiga meter. Sementara panjang talut di empat sisinya yakni, 10 meter dengan tinggi enam meter.

Di lokasi yang sama, Samino, 45, warga Gesikan, Panggungharjo menambahkan, pada saat proses pengerjaan warga sudah menemukan tanda-tanda adanya kualitas buruk. Beberapa material sudah rapuh.

“Saat saya cek cor-coran mudah mripil. Cor-coran juga kurang padat. Masih berongga. Bahkan sebelum diresmikan sudah tampak retakan di sisi selatan (sekarang ambrol) dan utara,” ungkapnya.

Warga meminta Pemkab Bantul dapat mengganti talut yang ambrol. Selain itu juga memperkuat dengan material yang berkualitas dan sistem pembangun yang baik.  “Sudah diadukan. Tadi pihak PU juga sudah ada yang cek lokasi,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala DPUPKP Bantul Bobot Ariffi Aidin berjanji akan melakukan perbaikan. Karena masih masa pemeliharaan. Pihaknya, akan mendalami akar permasalahan kasus tersebut. Berdasarkan informasi, terjadi penumpukan air di sisi jembatan saat hujan. Air mengalir ke bagian tanah tepi talut. Tidak kuat menahan beban, menyebabkan talut ambrol.

“Terkait perbaikannya akan dilakukan rekayasa agar talut mampung menahan beban. Secepatnya kami lakukan perbaikan,” tuturnya. (mel/pra)