RADAR JOGJA – Pasangan yang hendak menikah tahun ini tak perlu repot-repot lagi mengurus persyaratan. Tinggal datang ke kantor urusan agama (KUA). Syaratnya dengan memanfaatkan aplikasi Jogja Smart Service (JSS), milik Pemkot Jogja.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja, Nur Abadi mengatakan, layanan ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta memperpendek proses pelayanan, mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, pasti, akuntabilitas, dan terjangkau.

“Layanan ini gratis, dan kami ingin memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan,” kata Nur, disela Konferensi Pers, di Kantor Diskominfosan Kota Jogja, Senin (6/1).

Selama ini, lanjut dia, pendaftaran nikah harus dengan mengurus persyaratan. Mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan baru kemudian sampai ke Kecamatan. Dengan adanya layanan baru ini, maka pendaftaran nikah sudah bisa melalui online. Masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan atau calon pengantin beserta walinya datang ke KUA hanya tinggal untuk verifikasi. “Seklaigus untuk menentukan jadwal pernikahannya,” tambahnya.

Nur menjelaskan, kerja sama ini sekaligus pelayanan ini sebagai tindak lanjut pada awal 2019 lalu. Saat ditandatangani MoU dengan Wali Kota Jogja dalam rangka mempermudah pelayanan. “Tahun ini implementasinya, jadi kami akan upayakan langsung bisa diakses nanti,” ujarnya.

Layanan lainnya, untuk mempermudah masyarakat dalam berkonsultasi, Kemenag Kota Jogja bakal miliki integrasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) dengan integrasi aplikasi JSS. Menurut dia, selama ini Kemenag Kota Jogja sudah banyak menerima layanan konsultasi dari masyarakat yang beragam. Yaitu tentang perkawinan, zakat, wakaf, dan lain-lain.

Selain itu layanan ini, berkaitan dengan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) khusus untuk jenjang di Aliyah atau setingkat SMA. Yakni MAN 1 dan 2. Apalagi masing-masing sekolah ini sudah memiliki basis penajaman. Di MAN 1 adalah akademiknya. Sementara MAN 2 di bidang olahraga dan bahasa.

“Ini beberapa hal yang akan kami coba sinergikan. Jadi layanan di masyarakat bisa dipermudah,” ucapnya.

Adapun jenis-jenis pelayanan PTSP-JSS ini meliputi pelayanan informasi dan konsultasi diantaranya konsultasi haji, umrah, waris, zakat, wakaf, keluarga. Pelayanan perizinan dan non perizinan meliputi persuratan, legalisasi dokumen, pengumpulan laporan bulanan (LKB), pengumpulan Alibi dari KUA dan Guru, pengajuan Karis, Karsi, Karpeg, Taspen. Permohonan KP4, Surat Tugas, dan bantuan pembangunan.

Selain itu pelayanan pendaftaran haji, pengaduan, on line KUA, dan on line PPDB semua Madrasah. “Karena memang kami punya tugas dalam rangka mewujudkan warga yang sejahtera,” imbuhnya. (wia/pra)