RADAR JOGJA – Jumlah tanah berlubang atau sinkhole di wilayah Kecamatan Girisubo bertambah. Sebelumnya Padukuhan Karangewen, sekarang muncul di Padukuhan Tlaseh, Desa Karangawen. Meski lokasi tanah amblas jauh dari permukiman, karena pertimbangan kemanan dipasang garis polisi.

Dukuh Tlaseh, Tariyo mengatakan, sinkhole terjadi usai hujan deras. Kemudian Senin (7/1), dilaporkan kepada kepolisian. Lokasi tanah amblas berada jauh dari pemukiman, tepatnya ladang Balong. Selanjutnya oleh petugas dipasang police line.“Ukuran sinkhole cukup besar berdiameter sekitar empat meter dan memiliki kedalaman kurang lebih lima hingga enam meter,” kata Tariyo kemarin (7/1).

Diakuinya, diameter kubangan bisa terus bertambah. Itu menyusul masih seringnya turun hujan deras. Saat ini di sekitar titik kubangan terdapat retakan. Menurut dia, fenomena sinkhole sebelumnya pernah ditemukan di 2017. Atau sesaat setelah bencana badai cempaka. “Waktu itu, di sini terjadi banjir dan lubang berdiameter satu meteran tadi sebagai jalur air sehingga satu RT banjirnya cepat surut,” ungkapnya.

Menurut Tariyo, lokasi sinkhole sekarang berdekatan dengan luweng (gua kecil) yang berjarak kurang lebih 250 meter dari lokasi sinkhole. Dia menduga, ada hubungan jalur air antara tanah ambles dengan luweng.

Sementara itu, Babinkamtibmas Polsek Girisubo, Bripka Eko Prasetyo menyampaikan, lokasi sinkhole berada di dua titik yakni, Karangawen, dan di Tegalan Balong, Tleseh. Jika dijumlah dari 2017 total ada lima titik di wilayah Desa Karangawen. “Berdiameter lebih dari lima meter dengan kedalaman kemungkinan lebih dari 10 meter,” kata Eko.

Setelah mendapatkan laporan pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk pemasangan garis polisi mengingat ada potensi lubang bertambah besar. Sekarang diameter lubang semakin membesar. “Semula berdiameter tiga meter sekarang lima meter,” ungkapnya.

Sedangkan, hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki belum menerima laporan terkait sinkhole. Berdasarkan data 2018, terjadi 32 fenomena itu tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. “Wilayah berpotensi terjadi sinkhole meliputi Kecamatan Semanu, Rongkop, Ponjong, Girisubo, Purwosari, Tanjungsari, dan Paliyan,” kata Edy. (gun/pra)