RADAR JOGJA – Satu lagi upaya pelestarian dan pengembangan budaya tradisi oleh Dinas Kebudayaan DIJ. Bertajuk kethoprak milenial dengan pementasan yang kan digelar rutin setiap minggunya di Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Di pementasan perdana, mengangkat lakon Kukuh.

Konsep pementasan tak seperti kethoprak pada umumnya. Tata cahaya lampu tidak statis. Ditambah lagi tata panggung yang terkesan kekinian. Seluruhnya berkolaborasi dalam penokohan yang dimainkan para aktornya.

“Persiapan untuk mewujudkan pementasan ini satu bulan. Memang agak mepet, tapi para pemainnya rata-rata sudah pernah berproses bersama sehingga untuk chemistry sudah terbentuk,” jelas sang sutradara Puji Wahono, 43, ditemui usai pementasan, Rabu malam (8/1).

Lakon ini merupakan wujud adaptasi naskah milik Bondan Nusantara. Judul aslinya adalah Mawar ing Watu Candhi. Sedangkan untuk penokohan, Puji mengangkat kisah Roro Jonggrang. Berupa proses pembangunan seribu candi oleh Bandung Bondowoso.

Digambarkan sosok Bandung Bondowoso sangat mengidamkan Roro Jonggrang. Agar bisa diterima cintanya, Bandung Bondowoso rela berkoban apapun. Termasuk memenuhi permintaan membangun 1000 candi dalam satu malam.

“Walau konsepnya milenial, tapi cerita yang kami hadirkan tetap realis. Gending juga tetap sama, tapi ada sedikit irama yang berbeda. Tantangannya di sini, bagaimana mengolaborasi dengan unsur kekinian. Salah satu tujuannya agar bisa dilirik generasi muda,” ujarnya.

Sesuai namanya, mayoritas pemain berusia muda. Puji menuturkan para pemain memiliki rentang usia antara 16 tahun hingga 30 tahun. Seluruhnya memiliki kegemaran dalam bidang seni. Tak hanya terfokus pada kesenian pertunjukan kethoprak.

Puji menyambut positif inisiasi Disbud DIJ ini. Konsep pementasan rutin mampu memberi ruang apresiasi. Sehingga ada ruang untuk mengekspresikan diri. Setidaknya terbukti dengan membludaknya penonton. Tak hanya kalangan tua, penonton justru didominasi muda-mudi.

“Pementasan di ruang publik sehingga penontonnya tidak hanya dari kalangan sendiri. Sangat bagus apalagi teragenda secara rutin. Harapan saya lebih diluaskan lagi, tidak hanya di TBY saja,” katanya. (dwi/tif)