RADAR JOGJA – Lama menunggu penanganan pemerintah, para pelaku wisata di Pantai Glagah, Kulonprogo yang tergabung dalam Paguyuban Maju Mandiri Bersama (MMB) inisiatif memperbaiki jalur wisata yang menghubungkan Pantai Glagah dan Congot yang rusak parah.”Kami perbaiki secara swadaya,’’ kata Bendahara MMB Sugas Riyanto, Kamis (9/1).

Menurutnya, selama ini Pantai Glagah menjadi objek wisata andalan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata di Kulonprogo. Dalam setahun, wisatawan bisa mencapai 50 ribu orang. Bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengunjung bisa masuk dari barat (Pantai Congot) lalu ke timur menuju Pantai Glagah. “Alternatif kedua masuk pintu utama Pantai Glagah. Sekarang sulit dari barat, karena jalannya berlubang dan tergenang air,” jelasnya.

Mereka berharap pemerintah segera melakukan pembangunan di kawasan ini. Masalah yang ada juga sudah disampaikan kepada bupati. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. Apalagi jalur ini menjadi akses menunju hutan wisata yang akan dikembangkan di selatan Yogyakarta International Airport (YIA). “Dulu jalan ini bagus, setelah ada proyek bandara jadi rusak seperti ini,” jelasnya.

Wakil Ketua MMB Sulis menambahkan, upaya melakukan perbaikan jalur dan fasilitas di Pantai Glagah bukan kali pertama. Mereka rutin melakukan. Termasuk upaya menutup jalan yang rusak dan berlubang dengan sirtu. “Kami melakukan perawatan secara mandiri, termasuk di Joglo Labuhan yang biasa dipakai untuk ritual Pakualaman,” tambahnya. (tom/din)