RADAR JOGJA Fenomena sinkhole atau lubang permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah di Gunungkidul, terus muncul. Kejadian berpotensi mengancam keselamatan warga itu berlangsung di dua wilayah, yakni Kecamatan Girisubo dan Panggang.

Di Padukuhan Panggang I, Giriharjo, Panggang, peristiwa tanah berlubang mengancam keselamatan 21 kepala keluarga (KK). Amblesan tanah sebenarnya rangkaian kejadian serupa yang hingga sekarang belum mendapatkan penanganan intensif.

“Lubang pertama diketahui beberapa bulan lalu sudah ditimbun, namun sekarang muncul lubang baru di sebelahnya. Jika ditimbun, muncul lubang baru,” kata Dukuh Panggang I Ika Rachmani kemarin (10/1).

Dia menjalaskan, tititk tanah ambles berpindah-pindah sehingga membuat penduduk resah. Berdasarkan data, sekitar tanah ambles ada 16 kepala keluarga terancam, kemudian di bawahnya lima kepala keluarga juga rawan. “Ngogose (tanah tergerus) dari dalam. Walete (tanahnya) keluar dari bawah lalu ambles,” ucapnya.

Dia berharap pihak terkait mengambil langkah penanganan cepat, mengingat potensi curah hujan ke depan terus tinggi. Paling tidak penduduk diberikan edukasi bagaimana menyikapi fenomena tersebut.

Sementara di wilayah Kecamatan Panggang, tepatnya Padukuhan Kandri, Desa Pucung, muncul sinkhole pada lahan pekarangan milik Paijem. Tanah ambles itu diketahui pada Rabu (8/1) sekitar pukul 09.00.

Lubang memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman dua meter. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas dari kepolisian telah melakukan pemasangan garis polisi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan, penangana tanah ambles wilayah Panggang membutuhkan koordinasi beberapa pihak. Mengenai kemungkinan relokasi warga terdampak, dimungkinkan jika warga mengajukan permohonan. “Kawasan karst memiliki karakteristik tanah ponor atau lubang. Jika diguyur hujan deras memicu kubangan,”  kata Edyi.

Berdasarkan data 2018, terjadi 32 fenomena itu tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Wilayah berpotensi terjadi sinkhole meliputi  Kecamatan Semanu, Rongkop, Ponjong, Girisubo, Purwosari, Tanjungsari, dan Kecamatan Paliyan. (gun/laz)