RADAR JOGJA – Satreskrim Polsek Samigaluh berhasil mengungkap kasus persetubuhan dan pencabulan anak di Dusun Nglinggo Timur, Pagerharjo, Kapanewon (Kecamatan) Samigaluh. Kasus asusila ini dilakukan seorang bapak berinisal BR, 39, terhadap anak kandungnya sendiri, DS, 15. Ironisnya, kasus itu sudah berlangsung ketika korban masih duduk di bangku SD hingga SMA.

Kapolsek Samigaluh AKP Purnomo mengatakan, tersangka melakukan hal tidak terpuji itu dalam kurun waktu tahun 2014-2019 hingga akhirnya kasus ini terungkap pada 1 Januari 2020. Tersangka yang berprofesi sebagai buruh tani ini tega menyetubuhi anaknya pada usia 11 tahun.

“Pelaku mengakui semua perbuatannya. Alasannya tidak mampu menahan hasrat, tersangka mengancam korban tidak akan membiayai sekolah jika tidak dilayani,” katanya kemarin (10/1).

Dijelaskan, tersangka melakukan tindak kekerasan seksual di rumahnya sendiri ketika istri atau ibu korban sedang sibuk kerja di luar rumah. Kelakuan bejat tersangka terungkap setelah korban memberanikan diri mengadu dan menceritakan semua perbuatan sang ayah kepada ibu kandungnya.

“Berangkat dari keberanian korban cerita, ibu korban kemudian melaporkan kasus itu kepada kami dan langsung ditindaklanjuti dengan menangkap pelaku tanpa perlawanan. Tersangka kini sudah diamankan di sel tahanan Mapolres Kulonprogo untuk proses hukum lebih lanjut,”  jelasnya.

Ditambahkan, dalam kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah kaus warna hitam bagian depan bertuliskan “NGANU” dan bagian belakang bertuliskan nganu LOSS GAKREWEL, celana pendek warna abu-abu tua, celana dalam warna hitam, kaus warna hitam, celana panjang abu-abu tua, kaus dalam warna merah muda, celana dalam ungu, BH warna hitam, jarik warna coklat dan sejumlah barang bukti lainnya.

Polisi saat ini juga menggandeng psikiater untuk mendampingi korban guna pemulihan kondisi psikisnya. Korban mengalami trauma atas kekerasan seksual yang dialaminya. Sementara tersangka dijerat dengan Pasal 62 UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak dan UU tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman maskimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

“Karena pelaku merupakan bapak kandung korban, maka ancaman hukuman ditambah sepertiganya,” ucapnya. Di hadapan petugas, tersangka mengaku melakukan kekerasan seksual terakhir kali pada Kamis (28/12/2019).

Tanggal 31 Desember 2019 sekira pukul 12.00 pelaku ingin mengulangi perbuatan bejatnya. Namun korban menolak sehingga tersangka marah dan merusak carger HP korban dengan cara membakar carger HP itu. “Saya tidak bisa menahan hasrat, hingga melakukan perbuatan itu,” ucap pelaku. (tom/laz)