Radar Jogja – Sebanyak 120.350 siswa sampai dengan Kamis (9/1) tercatat belum permanenkan data di akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT). Siswa yang tidak permanenkan data, secara otomatis tidak bisa megikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Megeri (SNMPTN) 2020.

Rektor UNY yang juga Wakil Ketua II LTMPT Sutrisna Wibawa menjelaskan, pendaftaran akun LTMPT telah ditutup pada Kamis (9/1) pukul 17.00. Sekolah dan siswa yang sudah memiliki akun dan permanen data sampai dengan waktu penutupan sebanyak 23.073 jumlah sekolah aktif. Jumlah sekolah telah permanen data sebanyak 18.955 sekolah, serta jumlah sekolah belum permanen data sebanyak 4.118. Sementara itu, jumlah siswa akun aktif sebanyak 1.375.381 dan siswa permanen data mencapai 1.255.031 siswa. “Dan sisanya belum permanen data,” jelas Sutrisna, Kamis (9/1).

Sutrisna mengaku, LPTMPT telah memberikan kesempatan untuk melakukan permanen data kepada sekolah dan siswa yang telah memiliki akun sampai dengan kemarin (10/1) sampai dengan pukul 13.00. Sedangkan untuk sekolah dan siswa yang belum dipatikan tidak bisa mengikuti SNMPTN untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Kalau pendaftaran baru sudah tutup,” ungkap Sutrisna.

Sutrisna menambahkan, sekolah dan siswa yang telah permanen data, harus mengikuti proses selanjutnya. Yaitu pengisisan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) pada 15 Januari – 8 Februari 2020. Serta pendaftaran SNMPTN pada 11-25 Februari 2020. Selain itu, sekolah dan siswa juga diimbau untuk tetap mencermati jadwal yang agar bisa mengikuti pendaftaran yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto menambahkan, jalur masuk ke perguruan tinggi pada 2020 masih sama. “Ketiga jalur tersebut yaitu SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, kuota pada masing-masing jalur tersebut masih sama dengan tahun ini. Kuota untuk jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN 40 persen, dan seleksi mandiri maksimal 30 persen. (eno/pra)