RADAR JOGJA – Pemkab Bantul terus mendorong terciptanya desa mandiri. Salah satunya dengan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian, Pendapatan Asli Desa (PADes) dapat meningkat.

”Ini penting karena undang-undang Desa itu mendorong desa supaya mandiri,” ungkap Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, kemarin. Meski di Kabupaten Bantul ini bermunculan BUMNDes, Halim menilai, belum banyak yang sehat. BUMDes belum terkelola dengan baik dan belum mampu memberikan keuntungan pada PADes. “Sementara untuk menciptakan desa mandiri dibutuhkan kemampuan fiskal yang baik,” lanjutnya.

Kemampuan fiskal yaitu, kemampuan keuangan masing-masing daerah melalui penerimaan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keuangan ini untuk membiayai tugas pemerintahan setelah dikurangi belanja pegawai dan dikaitkan dengan jumlah penduduk miskin. Sehingga di luar Dana Alokasi Khusus (DAK), dana darurat, pinjaman lama dan penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi untuk membiayai pengeluaran tertentu. ”Supporting ini untuk kesehatan BUMDes. Sehingga tidak hanya  mengandalkan dana Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa. Tetapi harus mencari keuangan sendiri melalui BUMDes,” tuturnya.

Dia mengimbau, agar desa yang sudah berhasil mengelola BUMDes menjadi tauladan bagi desa lain. Begitu pula desa yang BUMDesnya belum sehat dapat lebih terbuka belajar dari desa lain. Nah, demikian pula kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan publik desa. Dikatakan, desa itu memiliki empat kewenangan. Antara lain, penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan permasyarakatan desa, dan Pemberdayaan masyarakat desa.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa  Kabupaten Bantul Sri Nuryanti menyebut, dari 75 desa di Kabupaten Bantul 18 desa di antaranya desa mandiri. Sisanya, desa maju. Sementara, desa maju karena BUMDesnya ada tiga. Salah satunya BUMDes Panggung Lestari Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. ”Tahun ini Bantul sudah tidak ada lagi desa berkembang. Hanya ada maju dan mandiri,” tuturnya. (mel/pra)