RADAR JOGJA – Sebagai kota pariwisata, Jogjakarta harus bersiap jika nanti terdapat penyebaran Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV) atau penyakit saluran pernapasan yang disebabkan coronavirus. Bersiap dengan hal tersebut, RSUP dr Sardjito menggelar simulasi penanganan penyakit menular kemarin (14/1).

Kepala IGD RSUP dr Sardjito, Handoyo Pramusinto menjelaskan MERS CoV adalah virus yang berasal dari Timur Tengah dan berpotensi menjadi wabah luar biasa serta sangat infeksius. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang runtut dan terpadu, agar virus tidak mudah menyebar.

Menurut Handoyo, penyebaran virus MERS CoV bisa melalui udara, percikan air ludah, maupun nafas. Untuk itu, bagi pasien yang terindikasi virus tersebut, harus diisolasi agar tidak menyebar.  “Jangan sampai kasus menyebar, jadi harus diisolasi. Karena mortalitas tinggi, petugas, atau pasien lain tidak boleh ikut terkena,” jelas Handoyo.

Menurutnya, petugas yang menangani kasus tersebut juga harus dilindungi dengan alat pelindung diri. Berupa topi, sarung tabgan, masker, dan baju sekali pakai. Simulasi yang dilakukan, tambah Handoyo, disimulasikan terdapat dua pasien rujukan dari rumah sakit dan satu lainnya dari Kementrian Kelautan, dan Perikanan (KKP). “Diikuti oleh 200 petugas dan simulasi dilakukan jika banyak korban nanti akan ditempatkan di mana saja,” tambah Handoyo.

Handoyo menambahkan, pada umumnya ruang yang ada di RSUP dr Sardjito tidak siap 100 persen. Dalam artian setiap hari ada pasien yang mengalami virus tersebut. Namun, jika suatu saat ada pasien yang terkena virus tersebut, dengan simulasi tersebut rumah sakit ini sudah siap. (eno/din)