RADAR JOGJA – Jelang menghadapi Seri II Indonesia Basketball League (IBL) 2020, BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) terus melakukan pembenahan. Di hari kedua, tim besutan Raoul Miguel Hadinoto fokus pada pertahanan dan menyerang.

Menggelar latihan di GOR Klebengan, kemarin (14/1) Frida Aris dkk mendapatkan menu simulasi defense dan offense. Latihan tersebu dimatangkan, jelang menantang Amartha Hangtuah dan Pelita Jaya di C-Tra Arena Bandung Sabtu hingga Minggu pekan ini.

Pelatih yang akrab disapa Eboss itu bersama dua asisten Moosa Permadi dan Risdiyanto Ruslan, melakukan simulasi defense seperti screening pemain dalam sistem pertahanan, juga simulasi serang.

“Hasil evaluasi kemarin adalah soal defense, terutama di second rebound. Hari ini (Kemarin, Red) kami mencoba perbaiki itu,” kata Eboss.

Di Seri II, Eboss menilai calon lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas yang merata. Amartha Hangtuah yang berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan empat poin juga patut diwaspadai.

Amartha Hangtuah sendiri telah membukukan satu kemenangan dan dua kekalahan di Seri I Semarang. Meski begitu, Eboss menilai tim yang kini bermarkas di Jakarta itu tidak bisa begitu saja diremehkan.

Selain itu, Pelita Jaya yang memuncaki klasemen sementara juga bakal menjadi lawan yang berat. Apalagi, di laga sebelumnya mereka berhasil mengalahkan Indonesia Patriots (Timnas). “Kami tadi mencoba simulasi melawan sistem mereka,” tambah Eboss.

Kapten Bank BPD DIY Bima Perkasa Frida Aris berharap timnya bisa tampil konsisten. Juga menjaga fokus untuk setiap laga yang akan dimainkan. Menurutnya pertandingan di Seri II nanti bakal lebih ketat. Doa pun mendorong tim memberikan 100 persen dalam setiap latihan. ”Kemenangan kemarin harus dilupakan karena pertandingan pasti akan lebih sulit ke depannya,” ujarnya. (ard/bah)