RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan transferan dana desa (DD) tahun ini naik Rp7, 3 miliar.  Yakni dari Rp 98, 3 miliar menjadi Rp 106 miliar. Meskipun begitu, ada juga yang nilainya menurun.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Bantul  Kurniantoro mengatakan kenaikan dana desa itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa. “Ada desa yang dana desanya naik ada juga yang turun,” kata Kurniantoro.

Salah satu desa yang jumlah dana desanya naik adalah Desa Selopamioro. Tahun ini Selopamioro mendapat Rp 2,3 miliar dari sebelumnya Rp 2, 2 miliar. Menurutnya, kenaikan itu berdasarkan beberapa indikator.  Di antaranya jumlah penduduk. “Indikator lainnya ketahanan sosial dan ekonomi,  serta jumlah keluarga miskin yang masih banyak,” ungkapnya.

Dana desa terkecil yakni, Desa Jagalan dan Desa Imogiri. Nilainya hanya sekitar Rp 900 jutaan. Menurutnya tahun ini dan tahun sebelumnya masih sama.

Camat Imogiri Sri Kayatun mengakui Desa Selopamioro selalu menerima transferan DD terbesar, karena kondisi warga miskinnya cukup banyak. Selain itu juga berkaitan dengan wilayah rawan bencana. “Dilihat dari angka kemiskinan, tertinggi di Kecamatan Imogiri. Dari kesehatan, angka stuntingnya juga masih tinggi,” tuturnya.

Nah, saat ini pihaknya juga masih melakukan pencermatan terkait APBDes Desa Selopamioro. (mel/din)