RADAR JOGJA – Renovasi kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri sudah mencapai 80 persen. Renovasi dilakukan setelah sebelumnya mengalami longsor pasca hujan lebat yang mengguyur kawasan itu Maret 2019.

“Direncanakan renovasi selesai Desember lalu, tapi lokasinya belum pulih. Yang calon makam baru,” ujar Juru Pelihara Balai Pelestaraian Cagar Budaya (BPCB) DIJ untuk Kompleks Makam Imogiri Paijo, Rabu (15/1).

Saat Radar Jogja mendatangi lokasi, terlihat para pekerja sedang memperbaiki bangunan pagar bagian dalam kompleks makam. Dua alat berat sibuk mengangkut material yang ada. Talut bagian bawah telah rampung.

Kompleks makam baru ini memiliki luas 50×25 meter persegi. Dulu longsor terjadi di bagian angkur. Semacam tembok yang mengelilingi kompleks makam. Angkur sebagai bagunan penyanggah yang telah berusia ratusan tahun. Agar tanah di bagian atas tidak longsor.

Kurangnya drainase pada rancangan sebelumnya, menjadi pertimbangan. Saat ini drainase mulai diperhatikan. “Drainase dibikin dua. Mulai dipikirke,” kata Paijo.

Total dana yang telah digunakan dalam pembangunan ini Rp 26 miliar. Paijo mengungkapkan, pembangunan dua tahap talut sudah rampung. Dengan menggunakan sumber dana dari APBN Rp 18 miliar.

Saat ini sedang dalam proses pengerjaan talut ketiga.  Akan tetapi pengerjaan terkendala rancangan bangunan yang belum rampung. Pembahasan mengenai material bangunan menjadi penghambat. “Dulu ndak pakai besi. Cuma batu sama bata merah. Jadi mau dipulihkan seperti dulu, apa model sekarang,” katanya.

Ketua RT 02 Imogiri Ismayaharyanto mengatakan, pembangunan talut cukup memberikan rasa aman. Warga yang dulu terdampak pun sudah direlokasi. Namun pembangunan talut telah mengganggu aktivitas warga karena askes jalan masih tertutup. “Lha nanti ndak tahu bagaimana,” katanya. (cr2/laz)