RADAR JOGJA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Magelang punya target khusus untuk merehabilitasi warga binaan. Intansi ini menargetkan menangani tujuh ratus rehabilitan.

“Tujuan diadakannya rehabilitasi agar peserta tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, agar bisa mandiri hidup di tengah-tengah masyarakat,” jelas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Magelang Bambang Irawan saat Pembukaan Rehabilitasi Medis dan Sosial di Lapas II A Magelang, Rabu (15/1).

Dari tujuh ratus rehabilitan tersebut, terdiri dari dua macam. Yakni, dua ratus rehabilitasi medis dan lima ratus rehabilitasi sosial.

Rehabilitasi medis bertujuan agar peserta dapat pulih. Sedangkan rehabilitasi sosial bertujuan agar warga binaan mampu menunjukkan perilaku yang baik, terampil, dan mandiri.

Nantinya rehabilitasi dibagi dalam dua tahap. Setiap tahap masing-masing membutuhkan waktu selama enam bulan. Dengan rincian, seratus orang untuj rehabilitasi medis dan 250 orang mengikuti rehabilitasi sosial.

“Peserta terdiri dari berbagai daerah. Di antaranya, Magelang sendiri, Wonosobo, Semarang, Ambarawa, dan Temanggung. Ada yang dari lapas dan rutan,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Tengah Tarsono menyebutkan, sekitar limapuluh persen penghuni lapas merupakan pengguna narkoba. “Ini yang harus kita waspadai bersama. Oleh karena itu, dari pusat ada target 21.500 orang direhabilitasi,” jelasnya.

Khusus Jawa Tengah, pihaknya menargetkan sebanyak 1.500 peserta mengikuti rehabilitasi. “Ada empat lembaga untuk Jawa Tengah. Lapas Kelas II A Magelang, Lapas Kelas I Semarang, Lapas Perempuan Semarang, dan Lapas Nusakambangan,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Windarti Agustina, yang menghadiri acara itu, menyatakan pentingnya upaya-upaya preventif. Salah satunya dengan mencanangkan kampung antinarkoba. “Sudah ada dua (kampung antinarkoba di Kota Magelang). Ke depan masih dicanangkan lagi. Minimal di lingkungan masing-masing menjaga agar jangan sampai narkoba masuk,” jelasnya. (asa/amd)