RADAR JOGJA – Warga Dusun Ngabangan Sidoluhur Godean telah memindahkan makam janin milik pasangan pemimpin Keraton Agung Sejagad (KAS) Toto Santoso dan Fanni Aminnadia. Proses diawali dengan doa oleh mbah kaum setempat. Kuburan yang berada di sisi dalam sebelah barat komplek ini dibongkar sekitar pukul 15.50 WIB.

Pejabat Kades Sidoluhur Sudarmanto menuturkan, pemindahan makam merupakan kesepakatan bersama. Antara warga setempat dengan perwakilan kontrakan, Mursinah. Batas waktu pemindahan maksimal tiga hari.

“Tiga hari itu batas waktu maksimal untuk memindahkan. Tapi ini tadi sepakat hari ini,” jelasnya saat ditemui di kontrakan Raja KAS, Jumat sore (17/1).

Sudarmanto membenarkan bahwa janin tersebut buah hati Fanni dengan pasangannya Toto Santoso. Keterangan ini dia dapatkan dari Mursinah.

Proses pengangkatan jasad janin tak berlangsung lama. Jarak antara jasad dengan permukaan mencapai setengah meter, tersimpan dalam sebuah kendi dan terbungkus kain kafan putih.

Oleh warga, janin tersebut ditempatkan dalam sehelai kain kafan baru. Setelah prosesi doa selesai, makam kembali ditimbun tanah. Kemudian rombongan warga mengantarkan jasad janin ke tempat pemakaman umum (TPU) Penggel, Desa Sidorejo. Prosesi pemakaman rampung pukul 16.24 WIB.

“Masyarakat minta ini (makam) dipindahkan. Sehingga mohon maaf agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Jasad janin telah memiliki nama sebelum dikubur. Sebuah nama Cakradara tertulis dalam sebuah carik kertas beserta tanggal lahir janin, 26 Desember 2019. Seluruh proses pemakaman dibantu oleh warga dan pemerintah desa Sidoluhur.

Di sisi lain batas waktu tiga kepindahan penghuni secara bertahap ke lokasi lainnya. Lokasi kontrakan, lanjutnya, wajib kosong dan tidak ada aktivitas pengikut KAS.

“Jadi, batas waktunya Minggu malam atau Senin dini hari. Akan dikosongkan secara swadaya. Kami minta masyarakat bersabar agar tidak muncul masalah baru,” katanya. (dwi/tif)