RADAR JOGJA – Guna menyediakan alternatif bagi pengemudi becak motor maupun becak kayuh, Dinas Perhubungan DIJ sedang mengembangkan prototipe becak listrik. Model ini menggunakan teknologi pedal assitst otomatis. Konsep ini, dikatakan akan mempertahankan keberadaan becak kayuh.

Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Hari Agus Triono mengatakan, dengan pedal assist, selain dari kayuhan, energi becak untuk melaju diperoleh dari listrik dan diatur secara otomatis melalui sensor pada putaran pedal. “Misalnya becak kayuh. Dengan listrik, kayuhannya akan semakin mudah,”  katanya, Minggu (19/1).

Dia menjelaskan, saat medan menanjak secara otomatis energi listrik akan membantu kayuhan pengemudi becak. “Saat di jalan turun, listriknya tidak berfungsi dan sebaliknya akan berfungsi saat tanjakan atau saat (kecepatan) di bawah 10 kilometer per jam,”  terangnya.

Kecepatan maksimal becak prototipe tak sampai 20 kilometer per jam, sehingga dapat dikategorikan sebagai kendaraan nonmotor. Pengelolaannya juga bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Model ini memanfaatkan listrik yang perlu diisi dayanya.

“Kami juga sedang membuat beberapa pilihan, termasuk becak listrik buatan UGM yang seluruhnya sudah digunakan beroperasi sopir becak sebagai upaya uji coba,” ucapnya.

Dari hasil evaluasi enam becak prototipe masih ditemui beberapa masalah. Di antaranya rantai yang sering putus karena ukurannya terlalu kecil, kendala pada bagian aki dan motor penggerak, serta masalah kestabilan yang disebabkan rantai sering terlepas dan mengunci putaran roda.

Dari segi pembuatan, pedal assist mudah untuk dibuat.  Saat ini hanya perlu satu contoh pakem model becak yang sudah teruji aman.

Pihaknya juga membuat prototipe lebih dari satu guna menyediakan pilihan bagi pengguna becak. “Harapannya bisa diterima semua pihak, terutama pengguna becak motor saat ini serta tidak melanggar dari sisi aturan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah mengirimkan surat resmi terkait dukungan terhadap Pemprov DIJ tentang penggunaan becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif pada November 2019 lalu. (tor/laz/tif)