RADAR JOGJA – Status Stadion Mandala Krida sebagai salah satu stadion yang akan digunakan di ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang bisa terancam. Lantaran baru-baru ini FIFA menyatakan hanya memerlukan empat stadion saja untuk menggelar Piala Dunia level junior tersebut.

Jika hanya empat stadion yang dipilih, Stadion Mandala Krida bisa saja dicoret. Dari sembilan stadion lain yang dicalonkan, Mandala Krida menjadi salah satu stadion yang memerlukan cukup banyak perbaikan. Terutama pada penambahan dua ruang ganti, perbaikan rumput, pemasangan single seat, lampu, dan papan skor elektronik. Untuk melengkapi hal itu semua, Pemerintah Provinsi DIJ suah menyiapkan dana sebesar 59 miliar yang diambil dari APBD 2020.

Kendati demikian, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ, Ahmad Syauqi Soeratno menyatakan pihaknya masih akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah, PSSI, maupun FIFA. Komunikasi akan terus dijalani agar DIJ tetap bisa menggelar pertandingan Piala Dunia U-20. “Kami di DIJ melakukan persiapan yang maksimal, koordinasi dengan pihak terkait intens kita lakukan,” ujar Syauqi kepada Radar Jogja, Minggu (19/1).

Saat ini Syauqi terus menunggu kabar terbaru mengenai status DIJ sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20. Asprov PSSI DIJ masih sangat berharap kota gudeg ini bisa menjadi salah satu penyelenggara ajang yang rutin digelar dua tahunan tersebut.

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali mengungkapkan bahwa pihkaknya mendapatkan informasi dari FIFA mengenai rencana enam stadion yang akan dipakai. “Lantas, info masuk lagi. Untuk efisiensi dan koordinasi agar cepat, FIFA hanya menggunakan empat,’’ paparnya.

Lebih lanjiut, Zainudin mengungkapkan dari 10 stadion yang sudah disodorkan ke FIFA, hanya Stadion Utama Gelora Bung Karno yang mempunyai nilai paling tinggi. Zainudin menuturkan, pembenahan di GBK tidak sebesar stadion-satdion lain yang dicalonkan. ’’Ada juga yang mayor. Itu bergantung FIFA menentukannya seperti apa,’’ terangnya. (kur/bah)