RADAR JOGJA – Tiap pasaran Selasa Legi dan Kamis Pon, pedagang warga di sekitar Pasar Kranggan, Jetis, Jogjakarta lakukan reresik pasar atau bersih pasar. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak November 2019 itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Khususnya pasar.

Camat Jetis Sumargandi menjelaskan, kegiatan tersebut bermula dari tingkat kelurahan. Yaitu para paguyuban Pasar Kranggan, Babinsa, Kamtibmas. Setelah itu tingkat kecamatan, yang kemudian juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Seluruh elemen tersebut bersama-sama untuk bersih-bersih pasar di sepanjang Jalan Poncowinatan. Atau di belakang Pasar Kranggan.

“Sekarang didukung juga oleh pemkot, baik dari Dinas khususnya Disperindag, Polisi dan TNI,” jelas Gandi, di sela reresik pasar Selasa pagi (21/1).

Ide kegiatan bersih pasar setiap hari Selasa Legi tersebut muncul dari kegiatan bersih Maliboro setiap Selasa Wage. Selain itu juga karena kesadaran dari masyarakat tentang kebersihan lingkungan. “Ketika melihat pasar yang bersih, tidak bau tentu akan enak dan nyaman dilihat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) menambahkan, di pasar lain program reresik pasar tiap kamis pon masih dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan di pasar saja. Seperti pedagang dan komunitas pasar atau tukang parkir. Tetapi berbeda dengan Pasar Kranggan yang juga melakukan melibatkan masyarakat sekitar dan stakeholder di wilayah. “Hal tersebut menunjukkan bahwa kampung juga memiliki kepentingan untuk kebersihan pasarnya,” jelasnya.

Menurut HP, hal tersebut penting karena merupakan gerakan bersama. Pedagang memerlukan tempat yang bersih untuk berdagang dan warga kampung butuh tempat yang bersih juga. HP berharap kegiatan ini menjadi salah satu bagian untuk menguatkan diri dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono berharap Pasar Kranggan mampu menjadi pasar percontohan untuk pasar–pasar lain di Jogja sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.”Selain itu pasar juga lebih tertata dan pedagangnya tertib,” tuturnya. (cr1/pra)