RADAR JOGJA – Korban hanyut Sungai Progo ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazah Hendi Aris Sunandar ditemukan di Dusun Ngabean, Triharjo, Bantul, Rabu dini hari (22/1). Keluarga korban membenarkan kalau jenazah yang ditemukan adalah anaknya.

Humas Kantor Basarnas Jogjakarta Pipit Eriyanto menuturkan, penemuan jenazah tidak jauh dari bendungan Kamijoro. Jarak antara lokasi penemuan hingga lokasi jatuh sekitar sepuluh kilometer. Arus sungai yang sangat deras menjadi penyebab jasad korban hanyut sangat jauh.

”Iya benar sudah ditemukan oleh warga dan tim evakuasi gabungan. Keluarga korban sudah memastikan kalau itu anaknya saat di Polsek Pandak,” jelasnya, Rabu (22/1).

Kecelakaan sungai ini berawal saat empat anak mencari ikan di sungai Progo, Senin malam (20/1). Selain korban Hendi Aris Sunandar ada pula Falentinos Yofi Kurniawan, 15; Muji Mulyadi, 15; dan Tian Antoni, 15. Korban Yofi sempat hanyut terbawa arus namun nyawanya berhasil diselamatkan.

Yofi berhasil selamat karena tersangkut di bebatuan sungai. Hanya, anak ini tidak bisa mengevakuasi dirinya sendiri. Hingga akhirnya tim evakuasi gabungan membentangkan tali antar tepi sungai.

”Dari empat anak itu korbannya dua. Yofi berhasil kami evakuasi saat tersangkut di bebatuan sungai. Arusnya deras sehingga dia tidak bisa menepi,” ujarnya.

Ke empat anak asal Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo ini awalnya mencari ikan di pinggiran sungai. Caranya dengan menggogoh kawasan tepi sungai. Bencana berawal saat mereka akan pulang ke rumah.

”Saat berjalan di tepi sungai dua anak terpeleset. Awalnya korban Hendi sempat dipegangi oleh temannya, tapi arus sungai yang kuat menyebabkan pegangan terlepas,” katanya.

Pipit mengimbau agar para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya. Peristiwa kecelakaan sungai ini terjadi  pukul 23.20. Artinya anak-anak sudah melampaui jam aktivitas luar ruang. Terlebih lokasi jatuhnya anak cukup ekstrem.

”Anak-anak ini datang ke sungai jam 22.00, lalu kecelakaan sungai terjadi 23.20. Sangat bahaya, apalagi sungai tanpa penerangan pasti gelap sehingga tidak bisa memastikan besarnya arus sungai,” pesannya.

Kantor Basarnas Jogjakarta menerjunkan satu tim rescue untuk evakuasi ini. Delapan personel dilengkapi peralatan water rescue telah menyisir sungai sejak Selasa dini hari (21/1). Area evakuasi dari titik jatuh ke sisi selatan. (dwi/ila)